Ontologi Puisi Wandro J. Haman

Spread the love

Ilustrasi:merdeka.com

Cinta Air Mata

Kamu mata
Aku air matamu
Kita mata air
Mengalirkan perasaan pada muara hati
Kemudian itu kita namakan cinta
Cinta selalu diliputi bahagia
Katamu
Cinta adalah air mata
Kataku
Cepat atau lambat (cinta) pasti berurai air mata
Bahagia juga luka
Haru dan lara
Bak untuk yang pergi sesaat
Pun yang pergi untuk abadi
Lalau tenggelam pada air matanya sendiri

Surabaya, 13 Agustus 2020

Pepatahan

Aku adalah ranting-ranting patah
yang ditinggal pergi dedaun kering
Yang kemudian jatuh pada pada hamparan rerumput
Sebelum lambat laun menjelma lapuk
dan menumbuhsuburkan rumput-rumput baru
Dan, hamparan rumput itu adalah dekap kasihmu.

Surabaya, 28 Juli 2020

Sembilu Hujan

Hujan antarkan sebilu
Disayatnya benih-benih harap
yang berseloroh di ujung dedaun itu
Mematahkan sayap-sayap ingin
Yang hinggap di ujung reranting itu
Hujan menyuguhkan pilu
Dimusnahkannya bilur-bilur rindu
yang melekat pada hati yang hendak
menilik temu
Hujan menjadikannya sendu
Dilebarkannya lubang yang menganga
haus akan sua

Surabaya, 25 Mei 2020

Senja yang Cemas

Senja kini gugup
Ia cemas tersaingi cantikmu
Memindah pandang dari cakrawala
ke bening kornea itu
Teduh
Menitip rindu sebelum menetap pada rupa elok
yang melawat bias jingga
Kau patahkan raguku akan indahnya karya Tuhan
Memenjarakanku dalam kagum tak kunjung berujung
Menitip beling-beling rindu kala kita sedang tak jumpa

Surabaya, 25 Juli 2020

*Penulis adalah mahasiswa Sastra Inggris Universitas Wijaya Putra Surabaya.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *