One Choise Can Transform You

Spread the love

Foto: dok pribadi

Oleh: Hiero Damat

Pilihan itu selalu ada. Ketika terdapat beberapa pilihan yang mewajibkan seseorang untuk memilih, namun dia enggan untuk memilih atau tidak mau memilih salah satunya, itu juga adalah sebuah pilihan yakni pilihan untuk tidak mau memilih. Apabila direfleksikan setiap perjalanan hidup kita, terdapat begitu banyak dinamika dan bahka pergulatan-pergulatan yang mengharuskan kita untuk berhadapan dengan sebuah pilihan. Pilihan memang bukanlah suatu hal yang mudah. Namun setiap saat hidup kita, entah disadari atau tidak, sebenarnya adalah sebuah pilihan. Kita melakukan suatu hal yang sangat sederhana sekalipun itu juga merupakan sebuah pilihan.

Hidup setiap seorang tidak akan bisa terhindar dari sebuah pilihan. Orang menjadi sukses itu karena berawal dari sebuah pilihan. Orang yang gagal pun karena berawal dari pilihan juga. Benar bahwa pilihan sangat menentukan masa depan. Berada pada pilihan yang tepat tentu akan menghantar orang pada sebuah kesuksesan di masa depan. Sebaliknya jika berada pada pilihan yang kurang tepat kehidupan di masa mendatang pun pasti terasa lebih sulit bahkan cenderung gagal.

Bagi sebagian orang berbicara tentang pilihan mungkin dianggap sebagai sesuatu yang kurang penting. Akan tetapi kalau direfleksikan secara lebih dalam suatu pilihan yang kita ambil sangatlah menentukan arah, tujuan dan bahkan pencapaian hidup kita. Pilihan bukan hanya soal jawaban “Ya” atau “Tidak”, melainkan hikmah di balik pilihan tersebut. Walaupun pada akhirnya pilihan itu hanya membutuhkan jawaban antara “ya atau tidak”, namun yang mesti diperhatikan adalah apa konsekuensi atau manfaat atas pilihan tersebut.

Itulah sebabnya pilihan itu mesti diawali dengan sebuah pertimbangan yang matang. Memikirkan segala konsekuensi yang timbul atas pilihan itu sehingga hasil dari pilihan itu tidak akan mengecewakan apalagi menghancurkan diri sendiri. Pilihan itu ada bermacam-macam. Misalnya, pilihan untuk melakukan suatu hal tertentu, pilihan untuk mau belajar atau belajar sepanjang hayat, dan bahkan pilihan untuk menjalani profesi tertentu.
Dalam tulisan ini secara khusus akan mengulas tentang bagaimana pilihan itu dapat berpengaruh pada profesi.

Bahwasannya dewasa ini tak sedikit orang yang menjalankan profesinya tidak sinkron dengan latarbelakang pendidikan. Banyak orang memilih profesi guru tetapi bukan dari latarbelakang pendidikan guru. Lalu ada juga yang memiliki latar belang pendidikan guru tetapi memilih untuk tidak menjadi guru. Contoh yang diangkat penulis ini hanya sebagian kecil saja dan masih banyak kenyataan lain yang menunjukkan fakta tentang bagaimana orang menjalakan profesinya tidak linier dengan latar belakang pendidikannya. Kenyataan ini tentu sangat berhubungan dengan pilihan.

Oleh karena itu, tulisan ini akan mengulas secara khusus tentang bagaimana profesi sebagai guru dari sudut pandang yang lain. Selain itu, tulisan ini juga akan mengulas tentang bagaimana pilihan itu dapat mengubah hidup seseorang.

Pilihan Selalu Mendahului Panggilan

Pada bagian ini secara khusus berbicara tentang bagaimana panggilan hidup itu selalu berawal dari sebuah pilihan. Tentu bagi sebagaian orang ulasan ini mungkin sedikit agak membingungkan. Akan tetapi tanpa kita sadari hal ini memang sungguh terjadi. Mungkin tak sedikit orang yang mengklaim bahwa antara pilihan dan panggilan itu tidak ada bedanya. Anggapan ini bisa saja muncul secara tiba-tiba dan atas dasar refleksi yang kurang memadai. Bahwasannya pilihan itu sebenarnya adalah awal dari setiap tindakan yang kita lakukan.

Pilihan itu berat. Tetapi kita harus memilih. Artinya semua tindakan yang kita lakukan tidak serta merta timbul begtu saja. Segala aktivitas yang dijalankan merupakan konsekuensi dari sebuah pilihan yang telah ditentukan. Pilihan juga adalah awal dari sebuah proses. Proses yang sedang dijalankan akan membuahkan hasil yang manis atau tidak tergantung juga pada pilihan yang diambil. Dalam menjalankan proses pun selalu beriringan dengan berbagai macam bentuk pilihan. Pilihan itu akan selalu ada selagi kita masih dapat berpikir.

Perjalanan hidup setiap orang tentu selalu diwarnai oleh pelbagai macam pilihan. Semakin banyak pilihan, kita juga semakin dituntut untuk bijak dalam memilah dan menentukan keputusan. Selain itu, warna warni pilihan juga sebenarnya sangat penting dalam kehidupan setiap orang. Banyaknya pilihan akan membuat diri setiap orang untuk belajar bagaimana harus mempertimbangkan sesuatu secara mapan dan bertanggung jawab.

Tidak ada pilihan yang muncul setelah menjalankan sebuah kegiatan. Pilihan itu seyogyanya terdapat di bagian awal dari setiap aktivitas yang dijalankan. Pilihan yang muncul setelah suatu kegiatan tidak bisa dikatakan bahwa pilihan itu juga bisa ada setelah menyelesaikan kegiatan. Pilihan yang muncul kemudian itu merupakan suatu pilihan baru untuk melakukan aktivitas selanjutnya. Sama seperti ketika kita berbicara tentang ‘sebab-akibat’. Suatu masalah terjadi tentu karena ada sebabnya. Tidak ada akibat tanpa sebab. Hal semacam ini juga bisa disandingkan dengan istilah ‘setiap masalah pasti punya solusi’. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Sebaliknya juga tidak ada solusi tanpa masalah. Solusi merupakan hal yang selalu muncul setelah adanya masalah. Solusi tidak akan pernah mendahului masalah.

Dalam hidup manusia ada dua hal yang selalu berkaitan yakni ‘setiap masalah tentu ada solusinya’. Konsep yang dimaksud adalah antara ‘masalah’ dan ‘misteri’. Keduanya sama-sama merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Setiap orang berusaha dengan caranya masing-masing menghindari dua hal tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap orang pasti pernah merasakannya. Hal yang sering dialami oleh semua orang adalah ‘masalah’ atau sering juga disebut ‘problem’. Walaupun dua hal ini dapat dikategorikan sebagai masalah, tetapi ada perbedaannya masing-masing. Masalah selalu mempunyai solusi untuk menyelesaikannya sebab Yang Maha Kuasa tidak pernah memberikan masalah di luar batas kemampuan manusia. Berbeda dengan misteri yang tak seorang pun dapat mengetahuinya.

Ini adalah rahasia Ilahi yang tak bisa dipahami oleh manusia. Ini menunjukkan bahwa setiap masalah yang dihadapi selalu ada upaya akan pencarian solusi. Solusi yang akan diambil pun harus berdasarkan pertimbangan yang matang. Berkaitan dengan ini pilihan tentu selalu ada walaupun di sini disampaikan secara tersirat.

Dengan demikian, berdasarkan uraian singkat pada bagian ini dapat dikatakan bahwa pilihan selalu muncul pada bagian awal dari semua aktivitas manusia. Pilihanlah yang menentukan sesorang untuk melakukan sesuatu atau tidak. Pilihan yang diambil pula akan sangat menentukan hasil dari sebuah proses. Tanpa ada pilihan seseorang juga pasti tidak akan bisa melakukan sesuatu apapun. Atas dasar itu tentu tak sedikit orang juga bertanya apakah situasi dilematik itu timbul karena tidak adanya pilihan yang harus di ambil? Perlu diketahui pula bahwa situasi dilema semacam itu sebenarnya adalah keadaan di mana seseorang sedang dihadapkan dengan sekurang-kurangnya dua pilihan.

Dua pilihan itu bisa saja sama-sama menguntungkan atau bahkan kedua-duanya juga sama-sama tidak menyenangkan. Dalam posisi ini orang sedang mengalami kebingungan untuk menentukan pilihan yang harus diambil. Situasi dilematik itu muncul bukan karena tidak adanya pilihan tetapi sebuah situasi sulit untuk menentukan pilihan. Situasi seperti ini menuntut setiap pribadi untuk lebih bertanggungjawab dan lebih mapan dalam hal pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pilihan selalu ada dalam diri setiap orang karena pilihan sangat menentukan hasil yang diperoleh dari setiap aktivitas manusia.

Panggilan Hidup Sebagai Salah Satu Cara Memaknai Pilihan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan panggilan hidup sebagai kecenderungan hati untuk melakukan suatu pekerjaan. Ini berarti bahwa panggilan hidup senantiasa selalu berhubungan dengan diri kita. Panggilan hidup tidak berasal dari luar diri manusia tetapi selalu bersumber dari dalam diri. Ini menunjukkan bahwa panggilan hidup setiap orang harus selalu direfleksikan. Dalam artian bahwa seseorang bisa mengenal dirinya sendiri terutama hal yang menjadi tujuan hidupnya hanya dengan membuat suatu refleksi yang cukup mendalam. Proses introspeksi diri adalah hal mutlak untuk dilakukan agar bisa lebih mengenal pribadi kita sendiri. Selain itu, proses instrospeksi diri juga menjadi hal yang amat penting karena dengan cara tersebut seseorang menyadari tentang dirinya sendiri. Mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri akan membuat seseorang dengan mudah mengontrol diri.

Panggilan hidup merupakan sesuatu yang mutlak ada dalam diri setiap orang. Panggilan hidup sejatinya berasal dari Sang Pencipta. Ini berarti bahwa setiap orang apapun latar belakangnya sudah memiliki panggilan hidup. Suatu pilihan sangat tidak mudah untuk secara langsung dinilai sebagai panggilan hidup. Hal ini perlu ada refleksi yang cukup matang dan penuh tanggungjawab. Maksudnya bahwa pangilan hidup juga pertama-tama harus dilihat sebagai suatu cara untuk memaknai pilihan yang sudah ditetapkan.

Misalnya, pilihan menjadi guru. Sebelum seseorang menjadi guru pasti dia terlebih dahulu menentukan pilihan. Maka agar pilihan yang sudah ambil tersebut bisa menjadi panggilan tentu harus ada introspeksi diri agar pilihan tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, suatu pilihan (pekerjaan) dapat disebut panggilan hidup apabila pilihan itu bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Bermanfaat bagi orang lain kalau pilihan (pekerjaan) itu dapat membantu orang lain untuk berkembang menjadi yang lebih baik.

Selain itu, pilihan (pekerjaan) yang kita miliki juga harus mampu membuat diri sendiri berkembang dan menjadi lebih baik. Dengan demikian, pilihan yang kita ambil dapat menjadi panggilan hidup, jika kita bisa memaknainya secara sungguh-sungguh serta mencintainya dengan setulus hati.

Menjadi Guru adalah Pilihan

Sebagaimana telah diulas dalam bagian pengantar tulisan ini bahwa sesungguhnya hidup kita selalu berhubungan langsung dengan pilihan. Seperti apapun kenyataan hidup kita semuanya merupakan buah dari pilihan yang kita tentukan. Tidak selamanya pilihan itu berbuah manis. Ada juga pilihan yang membawa orang pada kegagalan atau nasib kurang beruntung. Ketika berhadapan dengan situasi seperti ini, kebanyakan orang selalu menyalahkan pilihan. Orang gagal dinilai karena pilihannya dalam menjalankan sesuatu itu kurang tepat. Atau orang sukses selalu dibilang karena berada pada pilihan yang tepat. Padahal pilihan itu selalu datang dari diri sendiri. Dalam arti bahwa yang patut disalahkan di sini adalah bukan pada pilihan itu sendiri melainkan pada diri orang yang bersangkutan karena seharusnya pilihan itu mesti berdasarkan refleksi dan pertimbangan yang sudah matang.

Seringkali orang berceloteh bahwa profesi guru adalah sebuah panggilan hidup semata dan bukan pilihan. Anggapan ini juga memang tidak bisa dinilai salah atau benar karena dalam hal ini sebetulnya tidak ada barometer yang dapat mengukur nilai kebenarannya. Tidak ada kebenaran yang mutlak dan juga tidak ada kesalahan yang absolut. Maksudnya bahwa memberi nilai pada sesuatu itu harus sesuai dengan konteks dan situasinya. Menilai apakah menjadi guru adalah pilihan atau panggilan tentu tidak ada jawaban yang pasti. Bisa saja keduanya sama sama benar. Antara pilihan dan panggilan sama sama memiliki alasan.

Orang memilih menjalankan profesinya sebagai guru karena dirinya sendiri yang menentukan profesinya. Sementara alasan orang mengatakan bahwa menjadi guru adalah pangilan karena ada kesadaran dari dalam diri untuk menjalankaan tugasnya dengan maksimal. Tentu kesadaran ini tidak serta merta muncul begitu saja tanpa ada refleksi yang cukup mendalam.

Pada bagian ini akan membahas secara khusus tentang profesi guru yang dilihat sebagai suatu pilihan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa pilihan adalah sesuatu yang dipilih atau hasil memilih. Berdasarkan pengertian ini maka pilihan itu dapat pula dipahami sebagai suatu hal yang telah kita lalui. Dalam arti bahwa pilihan itu bukan lagi berbicara tentang keadaan di mana kita harus membuat suatu refleksi yang mendalam untuk menentukan apa yang harus kita lakukan tetapi lebih kepada hasilnya. Di sini pilihan tidak lagi dilihat sebagai proses untuk menentukan apa yang harus dilakukan, tetapi lebih pada hasil yang diperoleh. Pilihan merupakan hasil dari segala proses pertimbangan yang sudah dilakukan oleh setiap orang di dalam dirinya. Semua bentuk pilihan yang diambil oleh setiap orang dalam menjalankan aktivitasnya adalah konsekuensi dari pertimbangan-pertimbangan yang telah direfleksikan secara matang.

Pilihan adalah hasil dari sebuah pertimbangan nurani setiap pribadi. Di mana pertimbangan itu akan berlanjut pada tahap menentukan pilihan untuk menjalankan apa yang diinginkan. Oleh karena itu, pilihan tidak serta merta merupakan awal dari setiap tindakan yang kita jalankan. Pilihan itu bisa dinilai sebagai hasil dari sebuah proses pertimbangan yang telah direfleksikan sehingga orang mampu menentukan pilihan yang tepat untuk menjalankan suatu tugas yang diinginkan. Jadi pilihan adalah hasil dari sebuah pertimbangan, dan pilihan juga merupakan awal dari setiap proses yang kita jalankan.

Menjadi Guru: Antara Panggilan dan Pilihan

Setiap orang telah mengetahui bahwa semua bentuk profesi merupakan panggilan hidup. Akan tetapi, tak sedikit orang juga yang belum paham dari mana panggilan hidup itu berasal serta seperti apa bentuk tanggungjawab atas panggilan hidup tersebut. Bagi orang-orang yang beragama tentu menyadari bahwa panggilan hidup itu diberikan oleh Tuhan sendiri. Tuhan turut terlibat dalam setiap panggilan hidup yang kita jalankan. Orang yang percaya kepada-Nya senantiasa selalu melibatkan yang Ilahi untuk membantu mengembangkan dirinya serta bagaimana kuasa Tuhan itu juga bekerja melalui dirinya untuk mengembangkan dunia. Oleh karena itu, panggilan hidup itu pada dasarnya berasal dari Tuhan. Maka kita harus menerima dan menjalankannya dengan penuh semangat dan bertanggung jawab.

Meskipun panggilan hidup setiap orang berbeda-beda, akan tetapi sumber dan tujuannya sama yakni dari Tuhan dan untuk memuliakan nama-Nya melalui profesi yang kita jalankan. Apabila kita menjalankan profesi tidak secara sungguh-sungguh dan tidak setulus hati berarti pada saat itu pula kita sedang berpaling dari Tuhan serta secara tidak langsung mengingkari janji-Nya. Semua panggilan hidup (sering juga disebut sebagai jalan hidup) manusia sudah direncanakan dan ditentukan oleh Tuhan. Tugas kita sebagai manusia adalah hanya melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Berdasarkan ulasan singkat pada bagian ini kita mengetahui bahwa panggilan hidup mesti betul-betul dihayati dan di sadari. Menyadari dan menghayati profesi akan menjadikan pekerjaan kita sebagi sesuatu yang menyenangkan. Sesederhana apapun pekerjaan kalau tidak melaksanakannya dengan iklas dan penuh penghayatan tentu akan terasa sulit dan cenderung gagal sehingga berujung pada putus asa. Oleh karena itu, menjadi guru dilihat sebagai suatu panggilan hidup jika kita memaknainya secara sungguh dan menjalankannya dengan penuh suka cita dan gembira.

Selain itu, profesi guru dilihat sebagai suatu pilihan karena pada prinsipnya apapun aktivitas yang kita jalankan tentu berawal dari suatu pilihan. Pilihan akan menentukan apa yang harus kita lakukan. Setiap orang tidak bisa menjalankan suatu aktivitas apapun tanpa terlebih dahulu menentukan pilihan. Pilihan adalah titik awal di mana seseorang harus memulai kegiatannya. Sekecil atau sesederhana apapun aktivitas kita tentu semuanya berawal dari sebuah pilihan. Pilihan yang diambil akan selalu menuntut orang dalam menjalankan tugasnya.
Menjadi guru adalah pilihan.

Setiap orang bebas menentukan pilihan. Seringkali kita mengatakan bahwa jika berada pada pilihan yang tepat maka akan memperoleh hasil yang memuaskan. Sebaliknya jika orang gagal selalu saja dianggap karena pilihannya kurang tepat. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada profesi setiap orang. Sebenarnya tidak ada istilah ‘berada pada pilihan yang tepat dan kurang tepat’. Semuanya tergantung dari hasil refleksi dalam diri setiap orang. Jika dalam menentukan pilihan diawali dengan refleksi dan pertimbangan yang matang pasti pilihan itu tidak akan sia-sia dan tentu berhasil. Inilah pentingnya membuat refleksi dan pertimmbangan yang matang sebelum menentukan pilihan karena pilihan pada dasarnya dapat merubah hidup setiap orang.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dalam hidup setiap orang, pilihan dapat merubah segalanya. Menjadi sukses atau tidak serta ingin menjadi kaya atau miskin, semuanya bermula dari pilihan. Pilihan menjadi hal penting dalam hidup setiap orang. Pilihan akan menentukan masa depan seseorang. Pilihan mesti dilakukan atas dasar pertimbangan yang memadai sehingga pilihan yang diambil dapat sesuai dengan harapan.

Introspeksi diri sebelum memutuskan suatu pilihan sangat penting. Bahwasannya pilihan itu sendiri tidak pernah berasal dari luar diri kita. Pilihan selalu bersumber dari dalam diri. Pilihan selalu berhubungan langsung dengan jiwa dan pribadi kita. Sukses atau tidaknya seseorang juga sangat bergantung pada pilihan. Namun, perlu diingat juga bahwa tidak selamanya orang gagal karena berada pada pilihan yang salah atau sebaliknya orang sukses karena berada pada pilihan yang tepat. Anggapan ini agak kurang tepat karena pilihan itu sendiri tidak pernah salah. Kesalahan di sini ada dalam diri pribadi yang bersangkutan yakni tidak membuat refleksi yang cukup mendalam. Orang gagal tentu karena terburu-buru pada saat menentukan pilihan. Sementara orang sukses karena telah membuat pertimbangan yang matang sebelum menentukan pilihannya. Dengan demikian, tulisan ini secara keseluruhan telah menampilkan sebuah refleksi tentang bagaimana pilihan itu dapat merubah hidup setiap orang, entah menjadi orang sukses atau kurang beruntung.

*Alumnus Filsafat Ledalero dan Staf Pengajar di Talenta School, Bandung.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *