Puisi

Coretan Dalam Rasa Antologi Puisi Alfa Edison Missa

hitunganku tertidur dalam pelukan pena

hingga kemesraan terlukis dalam kecemasan

-Alfa Edison Missa

Coretan Dalam Rasa

Kugores aksara atas nama waktu
mengagumi di atas kertas pinjamanku
hitunganku tertidur dalam pelukan pena
hingga kemesraan terlukis dalam kecemasan

Syair lagu tanpa nada menggema dalam jiwa
teriakan bisu wakili usaha yang terabaikan
dalam irama musik tertoreh luka berdarah
candaku beranak cucukan kata tak terungkap

Hembusan angin berteriak lepas tanpa rupa
aku titipkan angan ditiap arah pandang mata
menjelma mimpi yang terbangun bersama rasa sakit
aku curahkan isi hati saat fajar menyingsing saban hari

Jangan biarkan permohonanku terlantar bersama kesalahan
aku rangkul semua di benak saat sinar surya menghilang
aku pohonkan dikala mata terpejam dengan seribu kata
kujadikan bantal disetiap tidur dan bermimpi.

-2021.

Baca Juga : Mengulas Penetapan Label KKB “Teroris” di Papua
Baca Juga : Pulang Antologi Maxi L Sawung

Dingin

dingin mengaduk perasaan hati
menikam keinginan dengan kepala dingin
hidup sesuai alur cerita walau menderita
tak perlu mengeluh jika dan hanya jika

dingin yang diam-diam melingkari leher gelap
terus membasuh kaki malam dengan titah
ketika sum-sum terang mengalir pergi
menepi dalam lingkaran perasaan di batas hari

taat pada titah
tekun dalam pinta kata
“tuan aku sangat kedinginan dalam batin,
aku butuh serpihan selimut kertas yang layak,
melingkupi seluruh raga yang akan tertidur”

dingin yang terus menusuk tulang malam
menerobos batin, memeluk titah gelap
patahkan tulang dalam bait-bait pinta
meraih serpihan kertas pembungkus gelap

jika titah gelap semakin berkarat dan berakar
merambat meresapi sudut-sudut gelap, biarlah
datang membasahi halaman sadar dalam batin
menumbuhkan tunas-tunas embun gunung hermon

hinggap dalam jiwa, basahi bait-bait imaji
tersangkut di balik dinding kehidupan manusia
menyatu menjadi komunitas bebas radikalisme
bertumpuh di atas tumpukan kertas pinjaman

-2021.

Baca Juga : Robert Nozick (1938-2002): Teori Keadilan Libertarian
Baca Juga : Memaksimalkan Fungsi Media Dalam Berkatekese di Masa Pandemi Covid-19

MalamKu Berkata

siang ditelan kerongkongan gelap
malam yang larut dimakan hitam
dikala kelam lelah didekap lena
pinggiran kota berselimut sunyi

semilir angin membujuk rasa lengah
malam semakin digoda keasyikan
sepertiga malam semakin berkarat
lelap dipeluk malam tak berbintang

terhanyut dalam ruang bawah sadar
suara sang petuah menari dalam telinga
terdengar seruan semakin menderu
tersahut lembut dengan berbenah

lekas sang petuah menebarkan hasratnya
terbangun dengan tertegun dalam benak
bersemayangkan dalam lapisan-lapisan kalbu
hingga waktu memeluk raga lalu tertidur pulas

-2021.

Alfa Edison

“Penulis muda berusia 22 tahun bernama Alfa Edison Missa ini adalah seorang mahasiswa semester akhir di STKIP Soe. Saat ini menetap di Tetaf-Kuatnana – Soe.”

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button