Opini

Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan di Manggarai Timur

Banera.id – Dalam proses penggalian bahan pertambangan, salah satu hal yang mesti dilakukan adalah studi kelayakan.

Salah satu aspek penting dalam kajian kelayakan adalah kajian kelayakan lingkungan.

Kajian lingkungan untuk industri pertambangan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh AMDAL, karena baik dari sisi intensitas, ruang lingkup kegiatan, maupun dari sisi operasional dan pengelolaan bahan galian merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan.

AMDAL merupakan alat prediksi kemungkinan terjadinya dampak/ongkos.  Kajian kelayakan ini dibuat terutama untuk menjaga keutuhan Iingkungan hidup dan kehidupan masyarkat di sekitar daerah operasi tambang.

Baca Juga : Perjalanan Panjang

Baca Juga : Kawal Desa

Operasi penambangan tidak boleh dilakukan apabila berada di sekitar samber mata air masyarakat.

Operasi penambangan tidak boleh dilakukan di dekat pemukiman warga. Bahwasannya, kegiatan pertambangan tidak pernah diijinkan apabila berdampak besar terhadap keutuhan lingkungan hidup dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Semua hal yang telah disinggung di atas wajib diatur dalam undang-undang tentang AMDAL No. 27 Tahun I999 dan Peraturan Pemerimah (PP) Nomor 27 tahun 20l2) tentang izin lingkungan Pasal ayat (1).

Kegiatan operasi pertambangan yang telah direncanakan di Lingko Lolok- Manggarai Timur yang rencana dibuka justru mengalami ketimpangan.

Baca Juga : Orientasi Pendidikan di Tengah Modernisasi

Baca Juga : Transformasi PMKRI: Membentuk Kader Intelektual Populis

Produk undang-undang yang mengatur regulasi pengelolaan SDA tumpul ketika berhadapan dengan penguasa yang serakah. Survei munjukkan bahwa kegiatan pertamabangan di seluruh daerah di Indonesia rentan menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.

Berdasarkan hasil identifikasi, dampak lingkungan yang disebabkan oleh adanya aktivitas industri penambangan antara lain: berubahnya morfologi alam, ekologi. hidrologi, pencemaran air, udara, dan tanah.

Data yang terdapat dalam harian Kompas juga telah menunjukkan bukti bahwa 70% dari kerusakan alam yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, termasuk di Propinsi NTT yang rawan bencana justru disebabkan oleh operasi pertambangan yang dilakukan secara beruntal.

Rencana kehadiran pertambangan di NTT khususnya di Manggarai Timur-Lingko Lolok menuai banyak aksi protes  seluruh elemen masyarakat karena melahirkan bias-bias destuktif.

Kehadiran monster tambmg di Lingko Lolok-Manggarai Timur telah membawa malapetaka bagi sebagian masyarakat. Masyarakat suatu saat kehilangan air minum karena limbah industri tambang. Hutan-hutan dihancurkan.

Undang-Undang No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL menyampaikan bahwa setiap rencana kegiatan yang mempunyai dampak besar dan penting terhadap lingkungan wajib dibuatkan informasi lingkungannya sesuai dengan peruntukan yang dimaksud dengan undang-undang ini.

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button