Renungan

Renungan Hari Minggu Adven Ke-IV

Oleh : Br. Mance, SVD

Kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang disebut manusia; dengan kemanusiaan yang ada dalam diri kita ini, tentu kita memiliki pengetahuan dan pemahaman yang terbatas akan sekian banyak hal yang ada di dunia ini. Banyak kejadian-kejadian yang datangnya tidak terduga Baik itu yang bersifat sukacita maupun dukacita, atau yang membahagiakan maupun yang mengecewakan. Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang merupakan suatu tanda bahwa hidup ini adalah proses yang hanya bisa kita jalani dan bukan untuk dipertanyakan.

Baca juga Bagaimana Aku Menelanjangimu Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Injil suci hari ini berbicara tentang Maria yang didatangi oleh Malaikat Tuhan dan memberikan kabar yang mengejutkan. “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Mendengar salam itu, Maria yang adalah seorang gadis desa dari Nazaret ini merasa terkejut dan bertanya dalam hati apa arti dari salam itu. Dan ternyata isi salam itu adalah Maria akan mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat Dunia. Sebagai manusia Maria bertanya; ”bagaimana mungkin hal itu terjadi? Karena Maria belum bersuami.” Kemudian Malaikat Tuhan menunjukkan kepadanya apa yang akan dilakukan Allah kepada Maria. Ketika Maria menerima berita ini, Maria masih menyisakan selaksa pertanyaan dalam hatinya. Ketika Maria mengatakan “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan –Mu”. Maria menunjukkan sikap iman dan ketaatannya sebagai hamba Allah yang setia.

Baca juga Kegaduhan Naluri Antologi Puisi Ingrida Astuti Lestari

Dalam kehidupan yang menampilkan banyak misteri ini hanya bisa dijalani dengan kepasrahan pada rencana dan kehendak Allah, apalagi rencana Allah itu merupakan untuk keselamatan umat manusia.

Sikap Maria ini sesungguhnya  mau mengungkapkan kepada kita bahwa dalam menjalani hidup di dunia, kita perlu memiliki kerendahan hati dan keterbukaan pada rencana dan kehendak Allah. Yakin dan percaya, bersama Allah kita akan mampu melewati berbagai peristiwa kehidupan yang tidak dapat kita mengerti dengan kemampuan manusiawi kita, dan berpasrah pada rencana dan kehendak Allah dalam perjuangan manusiawi kita yang maksimal.

Baca juga Mencari Tuhan Dalam Wajah Sesama

Maria adalah teladan iman yang menunjukkan kepada kita bagaimana membangun hidup seturut rencana Allah untuk keselamatan umat manusia. Dari Maria kita juga harus belajar sikap pantang mundur atau menyerah dalam menjalani kenyataan hidup yang akan kita hadapi.

Baca juga Tak Bisa Membohongi Rasa

Refleksi:

  • Apakah kita/aku bersedia menjadi alat Tuhan demi keselamatan sesama kita?
  • Apakah kita/aku selalu rendah hati untuk melihat kejadian-kejadian hidup sebagai bagian dari rencana Allah?

Br. Mance, SVD


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button