Puisi

Sajak Calon Jenazah Antologi Puisi Wandro J. Haman

Jangan kau biarkan dengus nafsu ombak yang ingin

menghapus tapak kakiku, biarkan ia berkelana sepanjang

 garis zaman, abadi seperti pasir di pesisir.

Wandro J. Haman

Sajak Calon Jenazah

Bila nanti aku sudah menjadi kekasih tanah,
Jangan kau lupakan jejak-jejakku pada kertas layu itu,
biarkan tintanya yang gagap menceritakan kasih,
mengisahkan kesah dan kesahajaanku dalam kembara hidup.

Bila aku telah menjelma abu, pun hilang ditelan fana,
Jangan kau biarkan dengus nafsu ombak di pesisir yang ingin menghapus tapak kakiku,
biarkan ia berkelana sepanjang garis zaman,
abadi seperti pasir di pesisir,

Bila aku telah menyisakan pusara,
jangan kau biarkan zaman yang naif mengikis kisahku, kisah kita,
ukirkan meterai pada batu nisanku,
Biarkan ia mengekal di sana,
menjelma prasasti dalam abadiah

Baca Juga : Liku – Liku Politik Menuju Revolusi
Baca Juga : Jangan Dibaca Antologi Puisi Maxi L Sawung

Sakratulmaut

Dalam bisu-kelunya malam,
kutuliskan pasang-surutnya hidup.
Di antara dedaun angin
dan lorong-lorong hidup yang sunyi.
Setelah sekian purnama menggelandang,
menggiring hari-hariku menggelinding,
menimpa tubuh rapuhku di keretakan ranjang,

Kini, lidahku kelu gemetar,
mataku memerah sembab berbinar.
Sekujur tubuhku lemas terkapar,
haus dan lapar.
Sia-sia sudah otot pada raga yang kekar,
sebab maut sudah tertakar,
tak dapat terhindar,
apalagi diajak kelakar.

Baca Juga : Kado Imamat
Baca Juga : Kekasih Antologi Puisi Erlin Efrin

Kita di Mata Hidup

Kita adalah butir-butir dosa yang diberi hidup,
yang diberi kesempatan untuk lekas berbasuh diri,
agar segera siap membasahi ladang-ladang hati yang kering

Kita adalah bilur-bilur luka yang diriap nafas,
yang diberi waktu untuk lekas sembuh,
agar segera lenyap segala duka dan lara,
supaya lekas membagi kasih dan bahagia pada tubuh yang gundah

Kita adalah bulir-bulir gandum yang dikaruniai nyawa,
yang diberi musim untuk lekas berisi, agar segera mati,
lalu menghasilkan gandum yang berlipat-lipat.

Wandro J. Haman adalah mahasiswa Sastra Inggris pada Universitas Wijaya Putra Surabaya, yang juga merupakan redaktur pelaksana di banera.id.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button