cerpen

Aku Hanya Ingin Kau Tahu

Foto: Pinterest

Penulis: Tommy Duang

Setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu: “tidak ada yang baik-baik saja dengan perpisahan.” Dalam gelap di bawah hujan, kenangan tentangmu berjejalan dalam kepala. Aku selalu dihantui oleh kerling indah matamu, gerai rambutmu, teduh senyum pada tipis bibirmu, aroma tubuhmu, gemulai indah gerakmu, lalu setiap inci tentangmu.

Semuanya menikamku. Perlahan, pasti dan perih.

Setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu “pergi tidak selalu karena benci atau karena ingin.” Menyakitkan mengetahui dia yang kaucinta tidak lagi tertarik padamu, lalu diam-diam menambatkan hati pada orang lain. Pada dia yang lebih hebat, lebih mengagumkan, lebih punya segalanya.

Setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu: “rindu tak pernah menjadi sekadar hanya.” Aku benci pada fakta: “aku masih cinta!” Lalu melanglang hindari luka, terdera rindu, mendamba bahagia. Lalu apa? Tidak lagi kutemukan nikmat dalam gelas-gelas kafein yang kusesap.

Setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu: “aku hanya ingin memeluk [harga] diriku sendiri.” Lelah aku, sungguh, mengemis maaf bahkan untuk salah yang buat. Dengan gundah yang maha, kuyakinkan diriku bertatih pergi. Bukan karena benci atau karena ingin, aku hanya ingin kau tahu, sungguh, inilah caraku mengobati diri tanpa mengusik siapa pun.

Setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu: “di setiap langkahku menjauh, ada memoar tentangmu yang kupeluk utuh.” Kau, dan setiap inci tentangmu.

Dan pada akhirnya, setelah sekian jauh beranjak pergi, aku hanya ingin kau tahu: “aku masih mencintaimu.”

#Versi audio-visual puisi ini dapat di tonton di https://youtu.be/ClvXfeR3TPk

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button