Sastra

Aku Masih Mencari Bayanganmu

Setelah perpisahan kilat yang tak pernah kuduga
Dan pertemuan yang belum tuntas kurajut
Segenang canda yang pernah kita balut
Membentuk sejuta rasa untuk kita berbagi

Baca juga : Air Mata Enam Januari Antologi Puisi Onzi GN

Aku mengenangmu dengan sekelumit pertanyaan tak berujung
Juga dengan sejuta rasa sedih tak terbendung
Selalu kupandang dalam bisu tiap-tiap tempat kau dan aku berjumpa
Hingga mata enggan beranjak menemui kedip demi mencari bayanganmu

Baca juga : Prolog Sebuah Buku Antologi Puisi Cici Ndiwa

Aku masih merindu dalam kesendirian
Dengan segenggam tanya yang tak pernah temukan jawaban
Bahkan masih menyisahkan rindu padamu
Dalam setiap hari yang tak biasa

Baca juga : Ina Ada yang Patah Selepas Mengenalmu

Mata sembab ini ‘kan selalu mencari bayang-bayangmu
Dan tangan pun tak lelah ingin selalu menggenggam tanganmu

Sayang, aku masih disini bersama sejuta rindu
Dalam remang mencari bayang-bayangmu yang hilang.

Maumere, Januari 2021.

Baca juga : Mencari Tuhan Dalam Wajah Sesama

Paulus Lunga, seorang mahasiswa di Universatas Nusa Nipa – Maumere. Baginya, menulis adalah hobi yang ia salurkan ketika bertemu waktu senggang.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button