Puisi

Bersyukur Antologi Puisi Frumend Oktavian. M

Bersyukur

Hadir-Mu kembali ku jamu pada pesta sunyi
Seusai pagi aku lelah dalam semedi
Tepat di barisan ketiga bangku bertepi
Kala mentari meninggikan dirinya tuk bersembunyi
Dan pengangum Sabda-Mu yang lain tak jemu-jemu bernyanyi
Sedang aku masih saja melantunkan puja-puji

dan harapan yang tak kunjung henti

Untuk Tuhan terima Kasih

(House of God, February 2021)

Baca Juga : Hermeneutika Diri : Sebuah Jalan Yang Panjang
Baca Juga : Beberapa Hari Menjelang Akhir Antologi Puisi Yanri Ona

Maharahim

Tentang kata yang telah berkata-kata
tentang penyesalan yang mungkin saja tak pernah disesal
tentang janji yang selalu diingkari
benci, yang pada akhirnya sendiri ku cintai

Ahhh,,,,,
bukankah malam tadi aku datang pada-Mu Tuhan ?
Bukankah malam tadi aku berlutut, bertelut memohon pada-Mu /
Kau mendengar kata-kataku, bukan?
“aku benci akan dosa….
dan tidak akan berbuat dosa lagi…”
Lalu?

Entalah, Tuhan
Kau tetap mengasihiku

(Ribang, February 2021)

Baca Juga : Lika-Liku Kentut
Baca Juga : Cantik Itu Luka Antologi Puisi Kanis Rade

Perihal mengampuni

Pagi tadi aku berada dalam batasan alunan hening
yang membias memenuhi sudut arti
melenakan budi tuk sejenak berimaji
tepat dalam riuhnya batehera hening
berisikan hati penuh dosa
dengan piluh yang begitu garing

Tuhan,
Aku adalah pengagum sabda-Mu
Yang hanya mampu tuk mengagum
maafkan aku Tuhan yang sungguh belum mampu,
mengerti bahkan mencintai kata ampun dari-Mu

Tapi, Tuhan berjanjilah padaku
Tuk mengajariku, cukup satu dari ke tujuh puluh kali tujuh kali itu.

(Ribang, 09, Maret, 2021)

Baca Juga : Eksistensi Generasi Milenial
Baca Juga : Membangun Pemahaman Komprehensif Tentang Perbedaan Status Kewarganegaraan Dan Status Kependudukan

Oliva

Kepadamu yang bernama Oliva
Malam tadi aku disapa oleh Tuhanmu
Ketika aku sengaja menyelinap masuk ke dalam kemah-Nya yang suci
Ingin mencuri waktu agar, bisa bertanya-tanya tentangmu pada-Nya
Aku menunggu-Nya
hingga tak sadar aku t’lah berlayar bersama biduk lamuanku
Kau tahu Oliva ?
Tuhanmu menghampiri jerat lamuanku, dengan bisikan merdu-Nya;

“ Janganlah kau mencintainya, Janganlah kau menginginkannya apalagi menunggunya

dia milik-Ku”

Tetapi, Oliva aku telah meminta sesuatu pada Tuhanmu

Dan telah ku katakan pada-Nya;

Biarlah aku cukup merindukanmu

(Disuatu waktu, 2020)

Frumend Oktavian. M.( FrutaMin).

Penulis Jatuh cinta pada puisi sejak mengenyam pendidikan di SMA. Sekarang ini berdomisili di Maumere dan sedang menempuh pendidikan di STFK Ledalero.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button