Puisi

Cinta Seorang Gadis Antologi Puisi Emanuel Ervahno

Cinta Seorang Gadis

Cintamu itu suci, gadis
Tak layak Kumiliki

Cintaku ini terlampau dangkal untukmu
Penuh dengan lumpur dusta dan dosa
Tercemar batu-batu dekil tak bermoral
Di dalamnya hanya hidup hasrat dan nafsu
Sedang Kau…

Cintamu begitu polos
Cahaya adalah pasangan yang tepat untukmu
Sinarnya dapat menghangatkan sucimu
Agar Kau tak tercemar

Aku tak bilang Aku tak cinta
Hanya saja Aku tak ingin mengotorimu dengan cacat cintaku

(Dining room, 23/11/2020)

Baca juga Ada apa dengan Cinta – Antologi Puisi Emanuela Mogang

Hatiku settitik Embun

Hatiku settitik embun
Muncul kala taman kisah berselimut kabut dingin
Sabar dulu…
Biarkan Aku di sini sejenak
Berbaring di atas lembut helai daun
Sebelum lenyap oleh cahayamu pagi hari

(Nita, 22/10/2020)

Baca juga Cinta-Antologi Puisi Venand Samudin

Pertengkaran Dengan Waktu

Pernah sekali Aku bertengkar dengan waktu
Ku salahkan dia atas masa lalu yang tak mampu Ku datangi
Amarahku meledak
“Putar balik”, kataku…

Arlojiku gemetaran
Anak-anak angka menangis meratapi kisah kelam yang telah lewat
Kacanya pun retak tak kuat menahan perih hingga pecah
kaca itu lalu terlempar menyayat jemariku
Jatuh bersama tetesan darah
Meninggalkan nodan aksara pada secarik kertas using

(Desert Day, 24/10/2020)

Baca juga Senja di Oesapa Berserta Kenangannya

Malam

Kau pemilik sepi
Pemilik kelam
Begitu mencekam dalam kebisuan
Saat purnama hendak berjingkat
Kau tutup sinarnya dengan selimut kabut sunyi
Saat titik-titik bintang menyala
Kau hardik kilaunya dengan segenggam mendung
Sungguh menakutkan…

(Nita, 21/10/2020)

Baca juga Adven dan Harapan Untuk Pemimpin Terpilih

Bahasa Alam

Alam itu jujur
Polos dalam membahasakan bahasanya
Dari pucuk pohon ia menjatuhkan sehelai daun
Yang melambai-lambai dimainkan sepoi angin
Dan memberi hidup bagi anaknya saat sampai di tanah
Yang menerbangkan debu saat sedang bergurau
Atau membunyikan guntur saat sedang kesal
Atau menghujankan air mata saat sedang menangis

Alam sangat setia bersahabat
Diselimutinya dirimu dengan hangat cahaya fajar
Dipayungkannya dirimu saat terik mencekam
Setia menemanimu saat gelap menenggelamkanmu
Membangunkan ragamu lewat kicau burung pipit
Tanpa peduli apa yang Kau lakukan pada indahnya

(Nita, 16/11/2020)

Baca juga Matinya Veronika

Catatan Kecil Untuk Sepatah Kata

Katakanlah kata ini pada semilir angin
Katakanlah kata ini pada air yang mericik
Katakanlah kata ini pada November yang masih lugu
Katakanlah kata ini untuk dilantunkan dalam harmoni

Hari ini masih panjang, sayang
Tak perlu Kau cemas
Kata ini abadi
Yang akan terus dikatakan sepanjang masa oleh bibir-bibir bijak
Dan terukir oleh jari-jari nakal

(Ledalero, 1/11/2020)

Baca juga Pahlawan Sesungguhnya di Masa Pandemi Covid-19

Penulis adalah, mahasiswa STFK, Ledalero-Maumere. Karya-karyanya seperti, puisi, opini pernah di muat di media Flores editorial, Benera, Radar NTT dan media online voxNTT

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button