Puisi

Dalam sepi yang masih terlalu dini Antologi Puisi Yofri

Dalam sepi yang masih terlalu dini

Januari bulan yang pertama
Pada tenang hatimu aku berlabuh menahan obak cinta
Pada cintamu aku berlabuh menggetahui sewaktu-waktu gelapmu dapat,
mencabut jangkar yang kutebarkan.

Aku datang berlabuh untuk melihat apa adanya cinta yang kau miliki
Bukan keistimewaan cinta yang kau miliki.
Engkau batas antar realitas dan stapak rindu
Ada luka yang terbawa pada sela-sela kebahagian

Di sampingmu aku mampu melewati seribu pecahan botol,
Tidak disampingmu apa artinya sebuah cinta ?
Di pelukkanmu aku rela mencari sejarah yang masih,
Bayak disembunyikan

Engkau tahu ?
Melodi gitarmu membahwa seribu kebahagian
Dan hari ini aku takut, bukan berarti aku takut kehilanganmu
Aku hanya takut tidak bisa memberikan kebahagian yang kumiliki Untukmu.

(Lewolaga, 09 januari 2021)

Baca juga : Di Bawah Alismu Rinduku Berteduh Antologi Puisi Antologi Puisi Hams Hama

Sebatas Tamu Undangan

Maret dua ribu dua puluh bulan penuh luka
Pada rahim tak kenal nakal
Pada detik yang membahwa seribu gelisah.
Langkah kaki aku tak kuat lagi untuk bertahan berdiri diatas taman kegembiraan
Aku jatuh dan menjadi tamu dalam rumah kehidupan.
Aku tau diri pada lonceng tua
Aku melanggar aturan penuh ketakutan
Dunia ku menjadi gelap !
Arah hidupku kemana ?
Aku bertanya pada sepi
Merenung di atas altar Menerima kenyataan diluar sana.
Aku berperang melawan diri pada sepi dan menencari jawaban dibalik ini

Menulis puisi untuk kembali,
Membara didunia yang tua ini
Lalu merubah diri menjadi yang lain lagi

(Lewolaga, 09 januari 2021)

Baca juga : Nyanyian Hujan Antologi Puisi Wandro J. Haman

Keinginan dalam Bercinta

Panas !
Aku panas tapi aku ingin cinta
Aku ingin cinta yang berperasaan, yang menghantui mimpiku.
Cinta yang bergelora dengan kencang hingga tubuku menjadi memar dan berdarah.
Ah cinta sesungguhnya aku tak lagi menggenal diri Sampai-sampai batang tubuhku tak berguna lagi
Oh tidak !
Jangan halangi aku dengan cinta cinta yang mengajarkan aku membara ditengah perjuangan,
Dengan kasih yang bermuara cinta agar cinta itu utuh dan tak akan lari

(Lewolaga, 09 januari 2021)

Baca juga : Gerimis Senja Antologi Puisi Afriana

Hujan tak mampu menghapus jejakmu

Kebahagiaan hampir sempurna,
bersama puisiku yang singgah di kala hujan,
Tawa dan tangisan yang kita lalui Kini sebatas sejarah.
Engkau yang aku cintai, kau yang takut akan hujan,
Engkau yang mengajarkan aku arti dari rindu,
Engkau kawinkan jemariku dengan jemarimu
Lalu Engkau berjanji, dan pada akhirnya Engkau harus pergi
Hujan tak mampu menghapusmu.

Kau pernah menjadi nadiku
Segalanya yang ku perjuangkan untukmu
Dan sekarang, kita hanya dua insan dengan sejuta cerita yang tinggal dikenang
Ketika kesetian harus dijual,
Lalu Ego siapa yang sedang kita perjuangkan?
Entahlah !

Kau yang terbaik,
Engkau yang mengajarkan aku sebuah perjuangan yang tak punya nilai,
Engkau memberi janji dikala senja ingin pamit pulang keperaduannya,
Dan kau pergi pada purnama yang indah dan,
Hujan tak mampu menghapus jejakmu, dari ingatanku

(Lewolaga, 09 januari 2021)

Baca juga : Elang Itu Antologi Puisi Ind Tae

Untuk Wanita Berinisial ā€œ Eā€

Aku ingat pertama kali menulis puisi untukmu,
Kau masuk dalam imajinasiku tanpa permisi
Terbayang ā€“ bayang bagai layang-layang dalam pikiranku
Entah kau sudah bagian dari hati orang,tapi hatiku keras kepala,
Untuk memperjuangkanmu.
Ceritalah tentang ketakutanmu pada kilat dan bunyian guntur
Sampai mataku tak sangup membaca puisi dan telingaku tak sangup lagi Mendengarkannya.

Betapa sering aku menduga-duga,
Adakah kode yang tersirat dalam kolom chat kita?
Aku tidak mau bersandiwara tetapi
Aku tidak bisa mengeluarkanmu dari imajinasiku.
Engkau selalu mampu membuat aku jujur
Menggenai segala perasan tentangku
Mungkin aku terlalu ego Untuk memasukanmu dalam imajinasiku

Tunggu sebentar
Izinkanlah aku keluar dari zona pertemanan kita untuk sejenak.
Akan kutunjukan kepadamu gerbang perjuangan
Untuk meraih sebuah cinta yang harus di ungkapkan

(Lewolaga, 09 januari 2021)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button