cerpen

Gadis Pasir

Foto: Pinterest.id

Oleh : Iche Ghele

Barisan mangrove berjejer
Membentengi daratan
Sisakan sepetak dua petak tanah lapang
Tempat si gadis duduk berdendang
Tentang kerinduan
Tentang balada
Atau sekedar roman picisan

Gadis pasir bersemayam
Bola matanya berbinar-binar
Menyusur mega-mega
Berjingkrak-jingkrak kakinya
Diatas kulit-kulit kerang ia berjejak
Membenam jemari rapuhnya

Siapakah ia?
Siapakah gerangan dirinya?
Ciut nyaliku sungguh!
Terbayang subuh-subuh
Dan siluet senja-nya lalu lalang di mukaku

Gema Kehicap

Senandungmu bergema
Menggetar jiwa
Berkawanan
Berpasangan
Rusuh mengundang tawa
Lengang
Lalu sepi diterkam amukan rimba

Anganku terbawa
Monarcha sacerdotum bersenandung riuh rendah
Siulkan asa
Menggema

Rayuan demi rayuan,
Antara deburan ombak
Hempaskan ke-Akuan
Lebur berubah satu rasa

Asmaraloka

Di aras sungai
Bena rona-nya
Dipilin-pilin seperti benang pancarona
Aduhai lembut matanya!

Oh bizurai terpana dibuatnya!
Candra turun dari singgasan-nya
Menjemput puan kepunyaan-nya
Belahan jiwa-nya

Angin daksina bertiup sepoi-sepoi basah
Seloka bersahut-sahutan dari puncak kerinduan
Kidung menggerayangi siluet asmaraloka

Oh jemawa-pun lenyap!
Raib!

Editor :Edid Teresa

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button