Puisi

Gerimis di Luar Semakin Liar Antologi Puisi Onsi GN

Di penghujung Minggu ini kita saling beradu dengan syahdu
Tidak lagi mengenal menghitung waktu
Sampai lupa menarasikan hari
Dalam kesempatan yang tidak sadar selalu bergumul tanpa wajar
Tulisan ini sama suburnya dengan mahkota di samping pelipis mu
Tegar dalam fajar
Jika taman itu subur karena sentuhan gerimis pagi ini
Maka pastikan wajah ini gugur dalam air matanya yang subur
Gerimis di luar semakin liar
Tutup dan biarkan dia mekar

Baca juga : Selamat Bertambah Usia ” N” Antologi Puisi Maxi L Sawung
Baca juga : Perempuan Patah Hati Dengan Kenangan Yang Masih Enggan Antologi Puisi Ningsih Ye

Di Pintu Keberangkatan

Kursi nomor sembilan dengan tujuan selamat
Bersandar dengan wajah tanpa sempat
Berjalan dengan raga tanpa lambaian
Berdiri dengan wajah tanpa resah
“Tuan ada yang menangis di pintu keberangkatan”
“Siapa?”
“Tidak tahu Tuan”
Biarkan daku pergi”
Selamat jalan Tuan”
Hilang!!

Baca juga : Kamu, Hujan, Kopi Dan Sepiring Jagung Rebus
Baca juga : Rindu yang Sempat Riuh

Tragedi Usia dan Usai

Dari lembar pengesahan sampai pada pencabutan
Tidak ada yang mampu menghitung namun hilang
Tidak ada yang mampu hidup namun hirup
Tidak ada yang mampu tertawa tanpa kejelasan
Tidak ada yang mampu mengatakan benar tanpa penjelasan
Tidak ada yang mampu berlari jika kaki kirimu kau satukan dengan kayu pasunganmu

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button