cerpen

Hijabmu dan Rosarioku Dalam Cinta yang Esa

Penulis | Wandro J. Haman

Namanya Shanju. Setangkai mawar yang sedang merekah di relung jiwaku. Begitu indah, berseri dengan segala kesempurnaannya. Wajahnya tak akan pernah beranjak dari ingat, selalu menghiasi hari-hariku. Shanju gadis yang baik, lembut tuturnya melengkapi paras elok laksana purnama.

Tingkahnya yang gemulai seakan menegaskan bahwa ia tetaplah makhluk yang membutuhkan seseorang untuk melindunginya. Di balik wajah ayunya, terdapat jiwa yang sedikit manja. Dia pemalu terhadap orang yang baru dikenalnya. Tapi tidak demikian denganku. Shanju tetaplah Shanju. Tapi bagaimanapun juga, aku tak akan pernah membiarkan mawarku layu, apalagi sampai diambil orang.

Dua tahun sudah kami tak pernah bersua karena sedang menimba ilmu. Shanju kuliah di Makassar, sementara saya di Surabaya. Jika ingin melepas rindu, kami hanya chatting-an via WhatsApp. Tak jarang kami juga melakukan telepon video (video call). Beruntung, aku dan Shanju hidup di zaman teknologi yang semakin berkembang. Tidak dibayangkan, jika kami pacaran di zaman orang tua kami dulu.

Pasti aku sudah mati tertikam rindu. Maklum, dulu segala sesuatunya serba kesulitan. Termasuk melampiaskan rindu. Hanya bisa melalui surat. Pun kalau suratnya sampai ke tujuannya. Tapi sekarang berbeda, zaman sudah semakin maju. Kami dengan mudah memadu rindu. Dan Shanju tak pernah lekang dari ingatku. Selalu berseliweran. Ah, dasar Shanju. Begitu lihainya ia membuatku merindu. Andai saja rindu itu dibayar, mungkin aku sudah menjadi orang terkaya didunia.

Baca juga Pahlawan Sesungguhnya di Masa Pandemi Covid-19

1 2 3 4 5 6Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button