Puisi

Hujan Desember Antologi Puisi Maxi L Sawung

Hujan Desember

Langit tiba-tiba saja berbaik hati
Membagikan begitu banyak hujan
Untuk membersihkan kesalahan
Kesalahan kita sebelum hari Tuhan

Atau mungkin Desember sedang cuci gudang
Memberikan semua doa yang selama ini
Tidak sempat dikabulkan biar nanti
Kita tetap semangat meminta di tahun yang
Lain

Ataukah semua ini tentang meninggalkan
Kesan agar diingat
Sebuah perpisahan dapat mengekalkan
Kita yang hanya sementara saja.

(Maumere,2020)

Baca juga Seselimut Denganmu Antologi Puisi Indrha Gamur

Mencari Tuhan

Pagi-pagi benar
Waktu itu
Saat pandemi ketakutan
Kami bergegas menuju
Tempat Tuhan di diamkan
Itu bangunan Gereja

Sampai di depan gerbang
Seorang penjaga taman
Bertanya, Mau ke mana?

Buru-buru untuk mengeluh
Pada Tuhan.

Dia tidak ada di sana.
Terang penjaga taman.
Tuhan pergi dari tadi
Kata Kitab Dia ingin
Menemui kalian satu-satu
Di dalam kamar doa
Di mana dua atau tiga
Orang dari kalian berkumpul.

Lalu kami bergegas pulang
Menuju rumah
Sambil mengenakan masker
Resah jangan-jangan Dia sudah
Lama menunggu lalu pergi.

(Maumere, 2020)

Baca juga Yang Terjadi Ketika Malam Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Kosa-Kata Doa

Ketika berdoa dengan cemas
Kosa-kata tiba-tiba berkurang
Atau bersembunyi
Di tempat yang tidak ditemukan
Aku, semakin cemas
Ketika mendengar suara
Duduk saja dengan tenang
Sebab Aku sudah tahu apa maumu

Jikalau begitu untuk apa?
Buku-buku memberikan
Begitu banyak Kosa-Kata

Mungkin agar kita tetap ingat
Bahwa tubuh berasal dari sabda
Dan sabda tersusun dari Kosa-Kata
Yang harus dibaca agar mengerti.

(Maumere, 2020)

Baca juga Kelana Embun Pagi Antologi Puisi Andi Hotmartuah Girsan

Maxi L Sawung

Penulis saat ini tinggal di Maumere. Menyukai sastra dan semua tentang Dia.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button