Puisi

Hujan Di Pertengahan Januari Antologi Puisi Erik Bhiu

“Pada sekian kalinya, Jangan lupa tidur,
Sebab besok, Engkau harus mulai mencintainya lagi.

Erik Bhiu

Hujan Di Pertengahan Januari

Lamat-lamat aku mulai mengeluh
Entah mengapa sore ini hujan turun lagi
Apa langit tak pernah tahu bahwa bumiku sedang tidak baik-baik saja
Ada banjir bandang di mana-mana
Bahkan dua insan tak mau ketinggalan
Mengisahkan banjir kenangan hingga di seperempat malam
Lupa diri kalau mereka terlalu menyibukan diri dengan nomor ponsel yang sama

Hujan masih sama derasnya
Ada yang menangis karena derita
Ada pula yang gelisah sambil berucap pasrah
Aku menyaksikan semuanya lewat selusin wajah penuh luka
Sepanjang kita masih mencari yang fana
Tuhan yang abdai tak akan menyibak keresahan yang terus merintih

Hujan pada akhirnya mereda
Lantas aku membayangi sebuah wajah
Samar-samar tetapi menggugat hati yang telanjur patah
Jika hujan januari tak mampu melahirkan sebuah akad
Maka biarlah setiaku menjadi kekal selagi waktu tak terburu untuk usai

(Ledalero, 21 januari 2021)

Baca juga : Bangku-Bangku di Gereja

Baca juga : Dalam sepi yang masih terlalu dini Antologi Puisi Yofri

Maria Dari Mageria

Hari ini kuciptakan sajak cinta
Setelah sepersekian menit berjumpa seorang perawan, di puncak Mageria
Kusapa dia dalam butir-butir doa
Menyusul bait-bait rindu dan sejenjang maaf
Atas kata yang salah yang kian meresah.
Maria, jika aku terlahir dengan takdir ini
Maka jangan biarkan setiaku berlalu darimu
Aku hanya ingin mencintaimu sepanjang waktu
Di sepanjang butir-butir Salam Maria.
Mungkin banyak yang memilih pergi karena suatu rasa yang terlampau letih
Tapi tak menepis sepi kan megisi ziarahnya.
Maria, di ujung hari senja pasti melepas pergi
Berharap aku akan terus di sini
Sambil mengenang serahku yang berjanji setia
Doaku terus merindu hanya padamu
Maria dari Mageria

(Ledalero, 21 Januari 2020)

Baca juga : Perihal Rindu Antologi Puisi Ella Mogang

Baca juga : Di Bawah Alismu Rinduku Berteduh Antologi Puisi Antologi Puisi Hams Hama

Erik Bhiu seorang mahasiswa program filsafat di STFK Ledalero. Peminta sastra dan saat ini aktif dalam kelompok sastra Aletheia Ledalero. Penulis dapat dihubungi melalui akun facebooknya Erik Bhiu dan ig. Erikbhiu.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button