Puisi

Hujan Penghianat Antologi Puisi Novi Meti

Hujan yang rendah dan kerinduan yang telah
Usai, di makan garis waktu
Untuk apa merindu?
Semua sudah selesai, bukan?

Novi Meti

Hujan Penghianat

Hujan yang rendah dan kerinduan yang telah
Usai, di makan garis waktu

Untuk apa merindu?
Semua sudah selesai, bukan?

Hujan hanya datang pada musimnya
Tidak setiap waktu!
Berhentilah merindu.
Hujan hanya membohongi (mu)
Kalau dia juga sedang merindukan (mu)
Hujan datang hanya untuk mengatakan
Bahwa, rindu adalah derita!

Hujan penghianat!
(teriak gadis, di tengah hujan yang
Mengguyuri tubuhnya).

(Wairpelit)

Baca juga : Antara Pagal, dureng dan senyum khas milik Ndu Antologi Puisi Oncak Sarigoza
Baca juga : Kesedihan Antologi Puisi Inggrida Astuti Lestari

Atas Nama Luka

Aku tuliskan puisi perih tentang hati yang berbohong.
Tentang mulut yang manis.
Tentang kita yang ada dalam bayangan ilusi.

Perih mengiris hati, di saat mulutmu berkata tidak.
Kondisi hati seperti pagar besi yang tajam
Menikam lalu menusuk ragu,
Hidup dalam kemunafikan rasa
Adalah luka yang bertentangan dengan realitas.

Cukup!
Aku tidak mau terluka
Aku ada di bumi untuk di cintai
Bukan untuk disakiti

(keluh seorang anak lelaki yang tulus mencintai gadisnya)

(Wairpelit).

Baca juga : Kamu, Hujan, Kopi Dan Sepiring Jagung Rebus
Baca juga : Penjajahan Modern 2020-2021

Beri Aku Judul

Dari sudut kamar itu
Kau membuang senyum di saku baju pengemis
Dari sudut kamar itu.
Terdengar riuhnya tangisan malam tadi.
Dingin masih melekat di ketiak dinding kamar itu
Segala rindu masih dikemas rapi di pojok-pojok kegelisahan.
Ada yang terkubur dibalik senyum kecil itu.
Pengemis, Sang Pujangga hati.
Ingin meniti kembali enigma lalu yang pernah di tapaki.

Ada apa dengan rindu penuh gelisah?
Belok kanan, maju.
Atau memaksa kaki terus melangkah kedepan.

(Wairpelit)

Baca juga : Yang Merangsang Antologi Puisi Indrha Gamur
Baca juga : Rindu yang Sempat Riuh

Novi Meti

Penulis, Novi Meti, tinggal di Wairpelit, Maumere, mahasiswi amam STFK LEDALERO semester VI.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button