Puisi

Kembang Api Perjumpaan Antologi Puisi Yohan Matabuana

Kembang Api Perjumpaan

Di luar sana petasan menjatuhkan diri
bagai gunung meletus
dan kami tak bisa berpamitan senyum.
lengkung senyum jatuh bersama kembang petasan.

Ledalero, 2020-2021
(Dipenghujung tahun)

Baca juga: Air Mata Enam Januari Antologi Puisi Onzi GN

Di Akhir Tahun

Tuhan begitu mulia
hingga akhir tahun milik kita.
Di ujung bayang-bayang teater
manusia sama mencintai
syair-syair pada petak syukur.
Sedang hujan bagai meluhur
mencintai desember,
kala kita pergi menyeruput air ladang,
sawah tersenyum menggiur.
Sedang di rumah hatimu,
kuingin meminang air matamu
yang disuburi jantung hidupmu.

(Nusa Kutu, 01 januari 2021)

Baca juga: Ina Ada yang Patah Selepas Mengenalmu

Sepertinya

sepertinya aku harus pergi
dari jam, tahun bahkan bulan
yang menghitungmu sebagai inti
di mana rindu merimbun
dalam setiap detak nadi ini.

(Ledalero, 03 Januari 202)

Baca juga: Prolog Sebuah Buku Antologi Puisi Cici Ndiwa

Mungkin

mungkin aku jauh
dari jangkauan ingatanmu
dan Tuhan tak pernah ada
dalam sengatan matamu

sementara yang terpana
adalah doa-doaku
meluruskan hatimu
menuju setiap hati-hatiku.

(Ledalero, 05 Januari 2021)

Baca juga: Membaca Tubuhmu Antologi Puisi Maxi L Sawung

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button