Puisi

Kepada C.A Antologi Puisi Maxi L Sawung

“Sudah berapa bulan
Benih cinta bersemayam 
Di dalam sana?”

-Maxi L Sawung

KEPADA C.A.
Chairil Anwar

Semoga tenang di alam sana
Kau pasti terus menulis puisi
Atau jiwa-jiwa akan datang
Meminta tanda tanganmu
-Pujangga merdeka-
Sebab kalian telah berkumpul
bersama di surga? Ah,
Itu bukan urusanku menebaknya.

Apa semua penulis lelaki
Adalah playboy karena:
kata-kata dimainkan
banyak rasa ditaklukkan
Padahal tidak bersanggama
Hanya melahirkan tawa
Dan tepuk tangan meriah.

Ada yang bilang menulis
itu menyembuhkan
Ada yang bilang menulis
itu menghidupkan
Ada yang bilang menulis
itu mencemaskan

Bagimu menulis
ialah untuk tetap ada
Setiap kata nyawamu di sana
Setiap sampul buku
Wajahmu di sana.

Kau lebih memilih mencuri buku
Di perpustakaan dibawa pulang
Kemudian menghabiskan waktu
Dari pada mencuri hati lawan jenis
tanpa dapat menjaga
Hanya melahirkan perkara.

Ketika kau pergi orang mengenangmu
Sebagai puisi yang hidup bersama waktu
Benih-benih terus tumbuh subur
Ya, kau dapat hidup seribu tahun
Dalam kepala kami ketika buku-buku
Terus diproduksi dengan harga sesuai saku

Yang mati sebagai penulis
Apakah nanti menjadi malaikat
Yang sibuk menulis riwayat hidup
Orang-orang yang belum mati?

Andaikan begitu
Aku akan memintamu
Sebagai malaikat pencatat dosakuSetidaknya dalam kata-katamu
Dosaku bisa lebih indah dibacakan
Di depan peradilan terakhir
Siapa tahu keindahan kata
Seperti doa yang meminta tobat.

Maumere 2021

Baca Juga : Tuhan ada Dimana ?
Baca Juga : Danau Penantian

24:21

Pertemuan adalah detik
Perkenalkan seperti detaknya
Menggema dalam ruang
Sepanjang waktu
Semampu tabah.
Percintaan: kita seperti detik
Yang berdetak tidak henti
Terus berbunyi dengan jarum
Menusuk ingatan dalam
Kita menikmatinya.

Maumere 2021

Baca Juga : Tuan Malam Antalogi Puisi Ilak Sau
Baca Juga : Covid-19 Menyebabkan Banyak Orang Banting Setir Jadi Pedagang Online

SURGA

Orang-orang berbicara tentang surga
Memperjuangkannya siang-malam,
Takdir yang malang. Begitulah car
Yang hidup menginvestasikan ketenangan
Bahkan menjamin surga-Nya.

Selama hidup terus berbuat susah
Harta membuat mereka lupa
Surga dapat didefinisikan ulang
Ketika berhadapan dengan orang
Yang kekurangan atau tidak berdaya
Menjalani kata merdeka dan citra Allah.

Ada yang memahami surga
terletak pada telapak kaki ibunya.
Maka ia begitu mencintai perempuannya.

Ada yang memahami jalan menuju surga
Adalah uang. Maka ia menjual selangkangannya.
Laki dan perempuan. Berkeringat. Bekerja keras.

Takut akan Tuhan. Tidak. Mereka takut hidup dililit utang.
Sebab Tuhan suka melupakan dosa ketika kita berobat.
Sedangkan mereka akan terus mengikat sampai tujuh tingkat.

Sungguh, kita harus mendefinisikan ulang tentang surga.

Maumere 2021

Baca Juga : Antologi Puisi Banera.id Spesial Hari Puisi Nasional
Baca Juga : Logical Fallacy on Epstimology

CINTA

Luka itu nama lainnya,
Lalu kau membawanya pergi
Ke dalam ruang sunyi
Lalu menutup hati.

Di sana kita bercinta
Mulai saling terbuka
Menjamah bekas
Dengan saling memahami
Masalah bukankah pada tubuh
Tetapi pada nafsu yang terlalu.
Romantis sekali. Ular beri penilaian.

Hingga begitu sibuknya
Saling membersihkan hati
Dan tidak mengingat
Ada banyak yang bertanya

“Sudah berapa bulan
Benih cinta bersemayam
Di dalam sana?”

Ah, andaikan kalian paham
Menjaga hangat yang bukan
Berasal dari api menyala
Memahami cinta dari sumber
Yang berbeda.

Maumere 2021

Maxi L Sawung

“Penulis, tinggal di Maumere dan suka membaca buku pinjaman.”

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button