cerpen

Kepada Fernando

Foto: Pinterest

Penulis: Hams Hama

Lelakiku, Fernando
Rindu di sini kian uban
Lagi tak bertuan
Gerimis kemarin memanggilku pulang pada kenangan
Hingga memuncak pada kerinduan.
Jika rindu di sini adalah gerimis tanpa awan
Adakah nyusul hujan tanpa topan?
Sebab deru hati ini mengguncang ingatan
Penuh lautan kenangan:
Seperti awan dan topan menghantar hujan.

Lelakiku, Fernando
Seakan selalu hangat jemari kita pada genggaman
Seakan selalu mendebar jantung kita dalam pelukkan
Seakan selalu membekas tatapan kita saat perjumpaan
Seakan selalu, entah sampai kapan kupeluk bersama kenangan

Lelakiku, Fernando
Mengapa mengingatmu selalu luka
Mengapa mengingatmu selalu iba
Mengapa mengingatmu menua tuba
Seperti pemimpin negeri tak pernah mengerti sejarah penuh luka
Seperti para politik NKRI tak menaruh iba dan sukanya menciptakan tuba
Mengapa mengingatmu menjadi doa?

Fernandoku,
Rinduku padamu adalah sepasang sayap doa yang menghantarku pada sabana ingatan:
Bahwa urusan melupakanmu adalah hujan ingatan dan kenangan yang tak pernah kutuntaskan!
Seperti derita anak negeri kehilangan kemanusiaan
Seperti luka bangsa yang tak pernah terselesaikan
Seperti para pemimpin penguasa selalu haus akan kekuasaan

Maumere, 2 Oktober 2019 (Ruang kuliah)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button