cerpen

Kepada Senja

Ket:phonemo.com

Oleh: Hams Hama

Kepada Senja

Tentang perempuan yang selalu pergi dengan perasaan
Kutitipkan bergelimang harapan tentang ingatan pada jumpa
tentang rindu pada lupa.

Jika malam adalah pekat yang paling menakutkan
maka senja adalah rindu yang paling memabukkan.
Maukah kau kurindu sekali saja?
meski sadarku membawa isyarat
bahwa kau lebih bahagia kepada yang lain.
Maumere, awal Juni 2020

Sejadah
Tuhanku
dalam sengau harap
kuderu namamu
mendayu.
Kuarungi Iautan karam dengan segala ingin.
Kulalui segala cawan.
Barangkali telingaMu Ielah mendengar dengkurku
barangkali.
Maumere, 8 Juni 2020.

Dear Corona 1
Kemarin aku kehilangan separuh jarak kini kau menambah pundi kehilangan rindu.
Apakah memang kau mengajarkan LDR sebelum mereka mengerti jarak itu sepahit kehilangan?

Maumere, Mei 2020

Mata Rindu dan Bibir Pinjaman
Sedang matamu telah meminang rindu dan harapku
ketika kedua mata ini memandang dua matamu.
Seakan ingin rindu ini tumpah di dalam rindumu.
Tetapi aku masih belum tahu rindumu.
Adakah rindumu menjadi rinduku pula?

Dan rekah senyum di bibirmu
telah memacu bara inginku.
Pada basah dan kilapan merah menipis indah
memental segala niatku.
Ada matamu mataku, mata yang mematai: mata rindu•
Ada bibirmu bibirku, bibir yang merindu.
Maukah kupinjam bibir rekahmu?

Rita, 15 Juni 2020

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button