Puisi

Kumpulan Puisi Hams Hama

Foto: Ayobogor.com

Penulis: Hams Hama

Terima Kasih April

Tinggal menghitung detik waktu memintal pamit
dan belum pula kususun sujud, perjumpaan kita Iekas amit
Segala rindu perlahan menyusun siaga perihal lupa dan terkenang antara yang gelisah juga musibah.
Aku tahu, tak seberapa setia bertahan
tak seberapa ingatan kuat
tak seberapa janji tertuntas
tak seberapa harapan memuncak, sedang kau tak juga mau berpaling.
Hari-hari kemarin adalah nostalgia yang garang kau Iepaskan tanpa musim yang kunjung barangkali itu skenario berisyarat harapan? Entahlah.
Dan memang begitulah hadirmu meski sekuat embun serapuh syukur dan sekekal legamnya bayang-bayangku diubun terik.

Maumere,1 Mei 2020

Rahasia Mencintai

Aku tidak tahu
siapa yang lebih dulu mempersoalkan mimpi
apakah kantuk yang kerap kali dicap pemalas
ataukah malam yang acap kali pandai menggoda
hingga mencumbumu tiap harinya dalam pulas
dan menantang sujudku sebelum mengukur pembaringan
Ataukah kau yang selalu mengganggu tidurku mengajakku bermain di rimba kenangan bersama bantal yang penuh gemuruh memanggil ingatan
sehingga tak harus kusebut namamu dalam bait sujudku?
Entahlah!
Sebaiknya biarkan doaku menjadi rahasia mencintaimu

Ritapiret 20 Januari 2020

TUHAN yang Sunyi, Aku yang TULI

Tuhan yang Sunyi
aku yang tuli
sama-sama sepi
Oh CORONA

Sudah lama Tuhan mengembara di kesunyian
doa-doaku tak lebihnya umpatan dan rayuan
ketika hidup rasanya bosan dengan kejujuran tetapi tak juga kunjung redanya penderitaan.
Masihkah Sabda sekekal abjad ketika bunyinya harapan
yang kini malah menyiratkan segala keraguan?

Tuhan yang Sunyi
aku yang tuli.
Sepi.

Sudah lama Tuhan kusenyap di kelam kémbara dan doa-doaku tak lebihnya isyarat
ketika hidup rasanya akrab dengan keinginan dan Tuhan kubiarkan senyap
tidur di antara lengau harap
tetapi tak juga tuntas niat.

Ritapiret, 23 Maret 2020

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button