Puisi

Kumpulan Puisi Hardy Sungkang

Untuk Pecinta Sofis

Sejak fajar kekanak-kanakan terbit
menyisahkan tawa dan deru rindu
mentari pun menyapa dengan lembut
wahai kamu sang sofis.

Enam belas tahun lamanya
mengais dalil dan kebijaksanaan
mengasah asa dengan nalar
lupa waktu siapa jadi penguasa.

Pergilah engkau sebelum senja berlabu
di antara derunya tanya tentang waktu,
kau tuaikan jasa yang tidak pernah membana
dahaga raga jiwa anakmu menjadi latang, tak terkalahkan.

Kini, negerimu menatap sepersepuluh dari ratusan jasamu
tentang jasa yang hampir tidak bisa dibalas
tentang waktu dan pengorbanan yang tak lekang oleh waktu
kau masih acungkan nama dan siap mengubah bangsa dan anak-anaknya.

(Ruteng, 25/11/2020)

Baca juga Kumpulan Puisi Herman Nufa

Surat Untuk Negeri

Wahai kamu penghuni singgahsana negeri
torehlah ke ujung negerimu,
lihat mereka sedang tatih-tatih melatih anak-anakmu
titipkan mereka sendu dan puaskan rindu mereka.

Di ujung timur mereka berlabu
mengais asa dan dahaga
membebaskan keterkungkungan zaman
untuk anak bangsa dan nama negerimu

Titipkan rindu mereka
tentang jasa,
biar bukan tanpa tanda jasa
puaskan nalar mereka,
dengan donasi aksi yang tidak terhitungkan

(Ruteng, 11/2020)

Baca juga Matinya Veronika

Hardy Sungkang (Foto/Dokpri)

*Pencinta syair dan penikmat kata. Sajak ini untuk semua guru di Indonesia. Selamat hari guru.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button