Puisi

Kumpulan Puisi Indrha Gamur

Semoga kelak terjadilah pada kita
Beranak cucu dan bertambah banyaklah, pada hari dan tanggal yang sama, Duapuluh Empat November.

(I.G)

Duapuluh Empat November

Suara berhembus tengah malam
Menghardik kepekaan sayap mulia
Air mata mengalir bersama ingatan
Derai bahagia jatuh pada tali pusarmu.

Padamu, pada usia yang senantiasa bertumbuh
Aku menanak rindu pada tangan ibumu
Juga sebakul cinta pada ayahmu
Yang menjadikanmu ada bersamaku saat ini

Tak ada yang lebih istimewa.
Saat labir malam menutup gelap.
Selain engkau yang telah datang di antara ibu dan ayah, sebagai bukti cinta yang kekal

Kekasih, ini aku bukan saya
Aku yang begitu hangat dipelupuk matamu.
Aku, yang mengecap doa mungil sepanjang jalan.
Yang barangkali kau kelelahan menunggu kepulanganku.

Atas nama kasih yang kekal.
Dengan sekumpulan senyum yang berbaris teratur
Diiringi segala harap dan doa
Buih gembira dihambur meriah.

Di bahumu kuletak sebagian bahagia
Pada jantungmu kujahit cinta agar tetap berdetak normal.
Di bibirmu akan kukecup doa yang paling basah.

Meski gemetar merangkulmu.
Tak ada yang lebih menarik selain sama-sama membuka ayat kitap suci.
Untuk hari ulang tahunmu.
Ini, kupersembahkan ayat puisi

Sebagai bingkisan kecil yang sederhana.
Di dalam ini, ada nama dan tanggal hari di mana kau ada dan bertumbuh.
Semoga kelak terjadilah pada kita
Beranak cucu dan bertambah banyaklah, pada hari dan tangal yang sama.
Duapuluh empat November.

(Surabaya, November 2020)

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button