Puisi

Kumpulan Puisi Yohanes Mau

Kau gerogoti aku hingga lemah.
Di sini masih tersisa.
Kecupanmu masih basah.
Malam,….kau pandai mengolah bayang
(Yohanes Mau)

Air Mata

Semalam aku sendirian di negeri ini
Sandiwara belum selesai
Tangis mereka meleleh
Di pinggir jalan
Bersama sepi covid-19
Tak ada bising
Polisi berkeliaran mengambil hak rakyat jelata
Tanpa peduli air mata
Rembulan setia menatap
Tembusi relung-relung hati
Yang masih gelap

Pikiran malam tak menentu
Menggaungkan kidung gembira
Namun senyum tak Nampak
Air mata masih saja meleleh
Sejenak kutoleh kisah yang lalu
Dan kuuraikan agar tidak mati
Oleh gelap hati elite politik
Yang menjual cinta demi sekecup ciuman

(Harare, 15 juni 2020)

Baca Juga Kumpulan Puisi Patrik Poto

Terkenang

Serangkaian kenangan terlukis
Kini tinggal nostalgia
Tersimpan rapi
Dalam lubuk hati
Ingin kutemani bernyanyi
Namun badai bergejolak
Dedaunan pun tak mempan
Bergoyang menyimpan rahasia suci
Luka hati bernanah tak ada obat mujarab
Pedih sakit terasa tak tertahankan

Baca Juga Menyoal Nasib Guru Kontrak di TTU

Tak ada senyum dalam piluh hati ini
Karena aku lemah lembut dan rendah hati
Lembut suaramu pergi
Bersama hati yang tulus
Dan kau biarkan hati ini
Resah dan gelisah
Rasa ini tak bisa dituangkan
dalam cawan hidupku
bahkan nyanyian suara pun tak menggaung
karena sakit ini
sedang menepis pergimu.

(Harare,14 Juni 2020)

Baca Juga Puisi-Puisi Yohan Mataubana

Malam

Semalam, aku sendirian melawan dan taklukkan dunia
Sampai aku mati berkali-kali
tak mampu lagi mendesah
Sebab, hati dan pikiranku direnggut
Tanpa negosiasi sedikit pun oleh gadis malam
Pada atap langit, bintang berjatuhan
Mengitari pelataranku
Kabarkan engkau masih dicintai
Kata sukma terurai
Ah malam,…..
kau gerogoti aku hingga lemah
Kecupanmu masih basah

(Harare, Juni 2020)

Yohanes Mau (Foto/Dokpri)

Penulis sedang bertualang di Matabeleland-Zimbabwe-Afrika


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button