Puisi

Kumpulan Puisi Yonsi Pador

Kuingin menulis lagi,
catatan tentang kamu dan aku
yang selalu ada untuk Dia

(Yonsi Pador)

Senja Yang Memberi

Senja hari ini,
kuterima sebuah pemberian
dalam sebingkis roti dan sebuah buku
untuk makan dari raga yang fanah dan akal yang sedang lapar.

Senja hari ini,
tunduk dan sujudku penuh syukur,
dihadapan kaki salib yang diam membisu,
yang bernilai seribu makna dan yang
selalu memberi pada senja.

Senja hari ini,
doaku sudah dipilih
dari puing-puing rindu dan permohonan
pada suatu waktu yang terasa kosong dan tak mampu.
Doa adalah permohonan dan sumber segala pemberian.

(Mikael, 22 November 2020)

Baca Juga Kumpulan Puisi Indrha Gamur


Kopiku Belum Habis

Saat itu kopiku belum habis
Aku dipanggil Pulang
Saat kopiku belum habis
Aku disuruh pergi
Saat kopiku belum habis
Aku disuruh Pergi
Saat kopiku belum habis
Aku disuruh Berlari
Saat kopiku belum habis
Aku disuruh menyendiri dalam diam
Saat kopiku belum habis
Aku disuruh bermain
Sekarang aku sadar bahwa kopi itu tak akan pernah habis sebelum semuanya kelar.

(Ledalero, 15 November 2020)

Baca juga Juli dan Kenangan

Catatan Rindu

Kuingin menulis tentangmu,
tentang kisah yang pernah terjadi
pada sebuah senja yang penuh rindu,
saat dahulu kita masih berbagi cerita
tentang ziarah yang belum berakhir.

Kuingin menulis lagi,
goresan lama pada selembar kertas using
yang lapuk dimakan waktu karena jauhnya kita pergi berziarah
mencari jejak sag Dia yang memanggil.

Kuingin menulis lagi,
kisah sunyi ketika engkau dan aku
sedang menangis dan meratap akibat kisah piluh
yang menimpah negeri dan matinya raja damai.

Kuingin menulis lagi,
catatan tentang kamu dan aku
yang selalu ada untuk Dia

(Mikael, 22 November 2020)

Baca juga Pahlawan Sesungguhnya di Masa Pandemi Covid-19

Yonsi Pador (Foto/Dokpri)

Penulis adalah alumnus seminari St.Yohanes Paulus 11, Labuan Bajo.Saat ini sedang mengenyam pendidikan di STFK Ledalero-Maumere


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button