Opini

Lembata Menangis

Penulis | Yohanes Mau

Letusan gunung merapi Ile Ape tanggal 29 november 2020 menyentak dan menggoreskan duka dan luka yang dalam bagi warga sekitarnya. Gaung tangisan anak-anak Lembata membahana ke penjuru dunia via media cetak, elektronik pelbagai media sosial seperti facebook, twiter, WhatsApp, instagram dll. Suara tangis anak Lembata pecah akibat letusan gunung Ile Ape.

Menangis adalah ungkapan rasa sedih akan kehilangan dan kehancuran segala sesuatu yang sulit dilepas dari hakekat diri. Namun mau bilang apalagi. Inilah musibah. Sedih menyayat hati. Duka ini datang dalam waktu yang tak menentu.

Baca juga Kisah Pemerhati Lingkungan Hidup, Dr. Sonny Keraf

Duka melanda negeri kecil Lembata yang kaya akan sumber daya alam dan terkenal dengan panorama alam yang menghipnotis.
Duka itu datang tepat di ujung November.

Semburan larva dan api akibat amukan Ile Ape membuat anak negeri menjerit dan lari menyelamatkan nyawa dengan caranya masing-masing. Ratap dan tangis anak lembata bahkan gugatan akan Tuhan masih saja terjadi. Mengapa di negeriku terjadi seperti ini?

Baca juga Cinta Seorang Gadis Antologi Puisi Emanuel Ervahno

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button