Puisi

Membaca Tubuhmu Antologi Puisi Maxi L Sawung

Membaca Tubuhmu

Bukumu terbaring manja di atas ranjang
Waktu itu aku begitu ingin
Membuka setiap lembar cerita
Lalu dengan teliti mengakrabi

Sebab banyak hal dari tubuhmu
Yang tidak dapat dipahami
Hanya dengan tatap yang berlalu

Kau pun seperti tidak keberatan
Mungkin sudah takdirnya
Kasur dan buku adalah satu

Begitukah, penyerahan diri secara total
Ketika kita saling kait mengait

Maka yang lebih dahulu diketahui Tuhan
Akan diketahui juga oleh manusia
Ketika mereka sadar sedang telanjang.

(Bajawa, 2020.)

Baca juga : Sajak Akhir Tahun Antologi Puisi Afrianna

Kepala Jalanan

Kita terjebak dalam arus lalu lintas keengganan
Aksara-aksara berdempetan menuju pintu kepala
Namun sepertinya penjaga hatimu sedang tidak baik

Saat kau tahu jarak antara kota dan kotaku terlampau jauh
Sebab di antara menjaga nyaman dan was-was
Selalu ada konsekuensi yang tidak biasa

Semalaman, kata-kata dalam kepala
Tidak bisa ke mana-mana
Sedang aku yang masuk angin
Meneguk kopi terlalu banyak dari biasa

Hanya agar saling menunggu
Sedang cahaya telepon genggam terus
Menyilaukan mata.

(Bajawa, 2020.)

Baca juga : Para Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Smpk Frateran Ndao Mengikuti Rekoleksi Persiapan Natal 25 Desember 2020 Di Kapela Frateran Bhk Ndao Ende

Alasan Desember Datangnya Akhir

Jika kau butuh waktu untuk merangkum
Cerita setahun, duduk bermeditasilah
Dengan irama hujan yang saling menyahut

Kemudian ambillah buku lalu
Biarkan lebat cerita memenuhi baris barisnya

Desember itu sampul kitab rindu
Dari jarak yang bikin candu

Begitulah aku ingin menjadi
Yang terakhir menyebut namamu dengan
Amin.

(Bajawa, 2020)

Baca juga : Hidup Ini Sekeras Batu

Penulis, Maxi L Sawung, tinggal di Maumere, suka baca buku dan Dia.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button