Puisi

Pemakaman Antologi Puisi Maxi L Sawung

Dan kita Sebagai pelakon hidup tidak punya kuasa membantah si penulis cerita

Maxi L Sawung

Pemakaman

Kami berarak di belakangmu dengan tertib.
Seperti pasukan baris-berbaris sambil meratap.
Beberapa orang pengusung di depan seakan enggan melangkah.
Berharap dapat menghentikan waktu dan mengembalikan hidupmu.
Akan tetapi, bukan begitu jalan ceritanya. Dan kita
Sebagai pelakon hidup tidak punya kuasa membantah si penulis cerita.
Mengenakan pakaian serba hitam kita menyamarkan duka dan luka.
Dari balik mata berkaca hitam kita menyamarkan merahnya.
Mata air yang tidak akan habis untuk menangis
Berasal dari hati yang ditinggal pergi.
Usai sudah. Kau berkata begitu dengan senyum yang tenang.
Sudah kuteguk habis pahit kopi ini.
Endapkan tubuhku
Pada dasar kubur sebagai palung ibuku.
Sebagai orang yang ditinggal
Kami mematuhi kata-katamu lalu menguburmu di dekat ibumu.

(Februari, 2021)

Baca juga : Ruteng, Kota Patah Hati Antologi Puisi Konstantina Delima
Baca juga : Hujan Penghianat Antologi Puisi Novi Meti

Untuk Apa

Tidak pernah terbersit dalam benak jikalau waktu-waktu itu
Diam-diam kau siapkan untuk sebuah acara perpisahan.
Sebab dengan tenang kau menyembunyikan semua sakit.
Tolong nyalakan rokok untuk bapak. Pintamu waktu duduk berdua.
Selepas kau pergi, tak ada lagi polusi asap rokok di rumah kita.
Sudah tidak ada lagi tuduhan bernada canda tentang korek api
Yang hilang dari dapur rumah.
Sekarang diam-diam aku tiru kebiasaanmu jika sedang berada
Di warung kopi. Mengisap beberapa batang rokok sambil tersenyum.
Untuk apa. Ya. Untuk apa.

(Februari, 2021)

Baca juga : Kamu, Hujan, Kopi Dan Sepiring Jagung Rebus|
Baca juga : Penjajahan Modern 2020-2021

Bahasa Alam

Ketika manusia meratapi kepergian semesta
Tak bisa terlampau sedih sebab
hujan lebat dapat membatalkan penguburan
Yang bisa ia lakukan ialah mengenakan
Awan hitam sebagai tanda berduka.

Seorang malaikat pun turun
Menjemput lelaki itu
Lalu mengantarnya pergi.

(Februari, 2021)

Maxi L Sawung

Penulis tinggal di Maumere, menyukai buku dan Dia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button