cerpen

Pergi untuk Kembali

Hay,,, perkenalkan namaku Mentari dan usiaku menginjak 13 tahun. Aku sekolah di sebuah sekolah di kota kelahiranku, yang berstatus SMP N 4 Lembor. Tahu ngak lokasinya? Terletak di desa Wae Wako, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Kalau kalian penasaran dengan sekolahku, yuk liburan panjangnya main ke tempatku, dijamin kamu pasti suka. Sekarang aku ingin berkisah tentang kota kelahiranku. I hope you like guys,,,

Teman-teman ceritaku mungkin berbeda dengan kalian. Di kota kelahiranku semua yang dibutuhkan susah untuk dijangkau (ribet dah). Air bersih, untuk penerangan kami menggunakan lampu pelita, jalan belum beraspal (batu-batunya gede coy), ke sekolah kami lewat jembatan gantung biar bisa lewati sungai dengan air yang sangat deras plus buaya yang sudah menjadi penghuni tetap sungai tersebut. (miriskan kotaku). Tetapi, semangat kami untuk menjalani hari-hari tidak putus asa. Semua dijalani dengan bahagia. Selain itu, tingkat toleransi kami sangat tinggi (kami selalu berbagi dari kekurangan yang kami miliki). Oh, ya hamper lupa, di kotaku mata pencharian penduduknya beragam, ada yang bertani( jambu mente, kemiri, dan jati), beternak(sapi, kerbau, kambing, ayam, dan anjing).

Kota kelahiranku masih tertinggal dan terpelosok. Mengandalkan apa saja untuk bertahan hidup. Bertarung dengan semesta. Kota inilah menjadi saksi kehidupanku dan dengan setia memberi dukungan agar aku tetap tersenyum dan mensyukuri segala berkat. Masyarakat di kota kelahiranku lebih senang untuk nginap di kebun (rumah disiapkan khusus di kebun), apalagi kalau musim jambu mente (Agustus-Oktober). Semua beramai-ramai memungut hasil pertanian untuk kemudian dijual kepedagang yang mencari buah tersebut. Lalu uniknya, di kota kelahiranku ketika mengadakan acara, terlepas acaranya kecil atau besar, tuan yang ngadain pesta menyembelih sapi sebagai jamuannya. Oh, ya dimulai semua tamu yang datang wajib membawa gula dan beras.

Selain itu, penduduk selalu mengatakan pada siapa saja cewek yang datang ke kota kelahiranku dan masih single beginiā€ Mbak, kalau sudah berada di sebelah sungai besar berarti tidak akan kembali. Artinya, cewek tersebut pasti akan menikah dengan cowok yang ada di kotaku (hahahahhhaha,,,,wow amazing).

Ketika malam menyapa, langit di kotaku memancarka cahaya dan seketika aku merasa kotaku menjadi salah satu bintang yang mampu pancarkan terang yang indah. Meskipun banyak orang tidak melirik kota kecilku tapi keindahan selalu diciptakan.

Bintangku, satu pintaku bahwa engkau akan selalu dalam sanubariku. Meskipun aku belum memberikan apa-apa untuk buatmu bahagia. Aku akan selalu punya angan agar dunia mengenalmu. Mengenalmu sebagai bintang yang selalu ada bersama cahayamu. Dunia harus tahu bahwa ternya bintangku punya andil besar untuk mengubah dunia. Meski perlahan dan tertatih, tapi selalu ada harapan untuk pembaruan. Apapun itu aku mencintaimu. Berlayar bersama asa untukmu kotaku.

 

Penulis : Friska Tau (Guru SMP N 4 Lembor)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button