cerpen

Perihal Mencintaimu

Foto:riaurealita.com

Penulis: Anchyk Bajo

Kita sedang dalam jarak jauh
Aku yang masih mencintaimu dengan utuh
Walau kita jarang saling tatap
Tapi aku paham, kita selalu saling mencintai

Di saat aku terbangun dari mimpi
Aku sadar bahwa hati ini ingin mencintaimu setiap waktu
Aku ingin hanya engkau yang menemani hidup ini
Seperti fajar pagi hingga melepas senja
Bercerita bersama mengisi sunyinya malam
Aku ingin menjadikanmu satu-satunya pemilik dari setiap rindu
Aku ingin engkau ada dan tetap tinggal di hati ini
Walau jarak datang sebagai penghalang rindu yang ada

Dipaksa Rela

Sejujurnya, aku belum siap kehilanganmu
Aku tidak pernah siap untuk kamu tinggalkan
Karena dulu bersamamu, aku selalu belajar menjaga dan merawat cinta
Tapi, aku tahu tak semua ketulusan bisa dengan manis terbalaskan
Pernah terluka karena aku mencintaimu dengan sepenuh hati
Aku pernah bersumpah untuk setia agar kau yakin bahwa aku selalu ada untukmu
Bahkan aku berharap bahwa engkaulah satu-satunya jawaban
Dari semua ujud di saat jemariku bertemu

Aku tidak bisa bersembunyi
Perihal harapan dan perasaan
Bahwa hati ini luka dengan kepergianmu
Hatiku tidak cukup besar untuk menganggap semuanya baik-baik saja
Karena sejatinya aku benar-benar berduka
Hatiku terisi banyak sekali lara
Aku sadar mungkin kehadiranku membuatmu tidak pernah nyaman
Engkau pergi mungkin karena jenuh dengan perasaan yang ada
Berbahagialah dirimu dengan pilihan yang kau jalani
Meskipun yang kuterima kemudian hanyalah luka dan luka

Mengenang Kepergianmu

Malam ini, di sudut kota nan sunyi
Aku kembali duduk seorang diri
Mengenang kepergianmu
Aku tidak tahu mengapa tanpa sekata kau pergi
Tanpa meninggalkan kesan pun pesan
Tinggalkan aku dalam bayang-bayang sepi
Rasa rindu ini masih susah kumaknai
Aku ini benar-benar merindukanmu
Aku ingin merasakan lagi debar jantung yang tercipta saat bersamamu
Bahkan hingga detik ini aku harus kehilangan rasa itu
Rasa yang pernah kita rajut bersama di kota dingin
Rasa manis itu tak pernah berubah rasa
Mengenang kepergiamu membuat bibirku tersenyum luka.

*Anchyk Bajo, asal dari Reo, Manggarai. Sekarang ia tinggal di Kota Malang.

Editor: Edid Teresa

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button