cerpen

Perpisahan Itu Menyesakkan, Bukan?

Penulis | Riko Raden

“Nana, aku tahu engkau seorang penyair. Apakah engkau tidak tahu bahwa seorang penyair sepertimu terlalu banyak berdusta!”

Ahh, engkau bohong. Aku bukan penyair. Aku hanyalah manusia yang tahu merawat kenangan. Jujur saja bahwa engkau pergi karena telah bosan merawat kenangan kita. Aku tahu bahwa engkau hadir sebagai penghibur hati tanpa ada rasa cinta yang mendalam.

Hanya aku tidak suka cara kepergianmu. Engkau pergi tanpa meninggalkan pesan. Sehingga engkau tak perlu lagi merawat kenangan kita. Engkau hanya tahu mencintai dirimu sendiri. Mungkin bagimu hanyalah cerita tanpa ada kenangan dalam hati ini. Mungkin bagimu, cintaku hanyalah sebuah cerita tanpa nama.

Baca Juga Malam Tak Berembulan dan Suara Seram Menakutkan

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button