Puisi

Puisi-Puisi G. Tri Sutami. H

Ilustrasi: baladena.id

GURATAN TINTA UNTUKMU

Setangkai kertas putih jatuh dari ranting kering
Tertiup angin dibawanya
Kata yang bergelantung di setiap bibir kertas
Namun tak sempat terkatakan
Kepada dia yang sedang menanti
Detak jarum jam sungguh terasa
Kini,

Di tengah kesunyian malam
Diselimuti hembusan angin dingin
Dinaungi cahaya bintang dan terang bulan
Aku duduk terdiam Menatap jarum jam
Menunggu detik-detik ulang tahunmu
Entahlah…
Dalam pikiranku yang terlintas hanya kamu
Kamu yang hari ini berulang tahun
Kuuraikan kata demi kata
Membentuk seuntai doa,
Ya… Doa spesial untuk hari spesialmu

(Sejak kalender menunjukkan bulan September
Di benakku langsung muncul hari lahirmu. Selamat ulang tahun.
Semoga bukan hanya angka yang berganti. Segala duka pun berganti menjadi bahagia.
Tuhan memberkati.)
(Scalabrinian, 29/27/2020)

DERITA

Derita tertusuk duri
Duri yang keluar dari mulut madu
Sang mutiara
Yang diagung dan dipuji oleh eksistensi jiwa
Yang bereforia sepanjang hari
Kini, raga diam
Membisu menikmati drama
Drama yang terus beralun
Dan berputar melahirkan derita
Derita yang menyeretku tuk berjodoh dengan maut
Kini, aku hancur
Seakan jiwa terlepas dari raga.
Ohhh…tidak

(Lorong gelap, 23/9/2020)

SEPI MERAYU

Keheningan malam itu
Merayu mata tertuju memandang
Bulan berselimutkan kabut
Sejenakku beradu pandang
Dengannya
Tatapan sinis
Seakan Mengejekku dalam keheningan
Ohh…tidak
Badanku terbujur kaku
Ditemani angin meraba

Menusuk sumsum tulangku
Terang bulan memeluk malam perlahan memanah sekujur tubuhku
Sontak hati cemburu
Melihat diri
Seorang menikmati malam nan sepi
Seakan rasa terjebak sepi dalam keramaian
Yah…
Keheningan malam itu
Menggodaku tuk bercumbu
Dengan pekatnya malam
Menikmati semua alunan
Yang mengisi ruang dan waktu
Semakin dalamku masuk
Semakin ku menyadari
Aku hanya jiwa sepi dalam keheningan

(Scalabrinian, 11/9/2020)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button