Puisi

Puisi-Puisi Maxi L. Sawung

Ilustrasi: panpi.co

TERLARANG

Dari mulut ular kau dengar
Bisa yang bercampur dengan darah
Orang-orang tidak bersalah
Menggali tanahnya sendiri
Setelah kau mencuci tangan.

RINDU

Kini aku tahu, rindu berasal dari gerah tubuh
Lalu turun ke jalan yang tadi sunyi
Agar mereka tahu kita masih ada
Menunggu sambil berjaga-jaga penuh
Kata-kata bukan peluru.

PENDAM

Lalu semua yang terpendam
Menjarah tubuh kota

Aroma bercampur debu,
Parfum, asap dan gas air mata

Orasi-orasi pencerah
Imbauan-imbauan penengah.

Ada yang meredam
Ada yang tidak mampu menahan
Ada yang lebam

Kelam sebuah peristiwa,
Dendam,

PUAN

kami belajar di ruangan
melatih tulis di atas meja
melatih baca di antara kursi

hingga suatu saat
kami turun ke jalan

meneriakkan apa
yang kami pahami
baik adanya.

(Oktober, 2020)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button