Puisi

Puisi-Puisi Maxi L. Sawung

Ilustrasi: kompasiana.com

KOLOSEUM

Perkelahian, tawuran antara tubuh-tubuh
yang mudah disulut emosi
Seperti tumpukan jerami mudah dibakar api
Jadi abu penyesalan kemudian

Atas nama demokrasi dan ketidakadilan
Atas nama kedamaian dan perintah petinggi negeri

Mereka: saling menyerang, menghadang
Meradang dan ditendang
Merampas kemenangan
Menjaga kemerdekaan
Menjaga ketertiban
Menjaga kesunyian

Kau pernah lihat ekspresi itu
Ekspresi wajah saat akal-budi tidak lagi didahului
Dan orasi jadi lahan provokasi

Evolusi yang terjadi pada tubuh
Namun tidak seluruh sadar
Saat insting bertahan mulai dinyalakan
Dan hukum rimba dipertontonkan

Kita bisa apa?

Siapa yang meraup keuntungan atas
Nama keributan ini?

Gila.
Mungkinkah Tuhan tidak mampu
Lagi melihat apa yang terjadi
Karena langit terlalu tebal oleh awan
Keluhan kita yang terlalu banyak?

(Oktober, 2020)

WORDLESSNES

Berbaris rapi bebatuan terumbu karang
Menahan gelombang huru-hara

Seperti anak panah
Mereka rela menerjang
Maju hanya dengan modal
Keberanian

Mereka:
Hanya mampu bertindak
Atas perintah
Dari orang
Lain
Yang tidak
Mau terlibat
Dan terlihat.

*dipopulerkan oleh Hannah Arendt untuk mengambarkan posisi seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir karena dikuasai oleh pengaruh atau perintah dari orang lain.

(Oktober, 2020)

BENAR , SEPERTI AKU MENCINTAIMU Seperti

Apa itu kebenaran?
Saat otakku diguncang keraguan tiada akhir?
Tanyamu seraya membetulkan layar sampan.

“Berenang-renanglah engkau dalam gelombang itu
Biarkan dirimu tenggelam dalam keraguan bila kelak
Tiba pada laut lepas beristirahatlah
itulah kebenaran”. Sahut seorang dari seberang.

Tetapi apa kata Guru
(menunggu)

“Sabar, sebab kita sedang berdiskusi dan Guru belum
Memberikan kesimpulan”. Sahut teman sebangkumu
Sambil membersihkan jala-Nya.

Dan sang Guru masih juga duduk bersila sambil membaca buku
Di samping kemudi kapal.

Sepertinya ia ingin kita terjebak lalu datang menyelamatkan.

(Ruangan Kuliah, Kampus; 13/02/18)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button