cerpen

Puisi-Puisi Sonny Kelen

Foto: Kompas lifestyle

Kelak, Aku Memanggilmu Oa

Masih kau pajang lukamu di atas kaca
Waktu aku mengetuk pintumu mengaduh
Hendak kutukar senyummu dengan sabda

Abdikan saja pertemuan singkat itu
Tak perlu menanam benci pada hati
Sebab pertemuan adalah cara paling sederhana merawat rindu

Percayalah seperti sebuah janji
Perpisahan ini tak akan pernah menjadi lupa
Padamkan juga hasrat yang tersemat di dadamu
Kalau masih ada yang tersisa camkan baik-baik puisi ini
Biar pedang tak mesti kekal terpegang
Pun bila kau tak peduli dengan bait-baitnya
Ketahuilah dendam telah lama tenggelam

Pada riak waktu yang telah lama kau tunggangi
Sebab memanggilmu pulang
Sama seperti menciptakan luka
Yang selalu kau tawar dengan merah berdarah

Dan telah kupilih sungguh
Melupakanmu dari jarak terbilang jauh
Seperti langit kepada bumi
Seperti isyarat yang sulit ditebak
Cukup di sini! Kelak aku memanggilmu Oa

Telepon

Dering hatimu menelpon
Tak abdi sepersekian detik abai
Selebihnya diam
Kau seakan pulang
Setelah deringan telepon berkali-kali
Mengusik diam yang entah

Cukup! Pulsa yang menagih janji
Terhambat jejaring doa
Tiap detik berselang tetap saja runtuh
Lalu pergi melipat rindu setipis selaputmu

Aku mesti berangkat
Sekalipun napasmu merangkap
Sebab musim telah bertukar
Aku tak bisa abdi berharap
Seperti ramalan cuaca
Yang berisi tetesan embun

Nostalgia

Kita pernah berjumpa
Di hari-hari yang lama
Banyak percakapan yang kita ciptakan
Lalu ada ciuman yang tercecer di tubuhmu
Akan ada yang dikenang
Katamu

Aku memeluk dingin
Habiskan beberapa gelas pikiran
Lalu menyeruput kecantikanmu
Ada yang meniup hujan dari langit
Berharap kita bersama abadi
Sampai detik menua
Kita tua bersama

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button