cerpen

Puisi-Puisi Wandro J. Haman

foto: twiter

AUBADE

Nyanyian-nyanyian kecil yang
menjamah dedaunan, sehijau namamu
Juga percik-percik cahaya
Melintas pada hatiku, pagi ini
Kenudian kembali pada namamu
Ketika anak-anak kecil itu
Bersenandung lirih,
Merias dedaunan hingga menjelma cantik kupu-kupu,
Secantik namamu

(Surabaya, 5 Oktober 2020)

MERAPAL SYUKUR

Detak detik yang jatu;
Embun-embun yang meluruh
Bertekuk lutut menyambut kilau-Mu
Mengeja kata;
Merapal kallimat, syukuri nikmat
Sebelum kembali pada khalikah raya
Pada hijau padang rahmat-Mu

Lekak-lekuk dedaun;
Ayun temayun
Menimang embun pantulkan kilau-Mu
Gemericik doa pada bibir-bibir lesa lenyai
Juga hati yang kian merisau
Memintal syukur, juga puja dan puji
Nikmati sinar-Mu berpendar-pendar

(Surabaya, 4 Oktober 2020)

MENJELMA BENALU
*Untuk Alessia

Aku menjelma benalu,
Menumpang rindu pada bola mata
Yang menatap lirih dari atas lesung pipi-pipimu
Kau menjelma larik-larik (manis) pada puisiku
Yang meliuk indah di atas hamparan
kertasku yang sunyi, sejak sore itu
Juga senyummu menjelma belati yang
Menikam hari-hariku
Memaksaku menandu sukma ke peraduan kalbu
Lantaran tak cukup kuat melihat air wajahmu
merona, sejak sore itu
Aku ingin memetik senyummu,
Hendak kugantikan permata pada lentik jari manismu
Biar aku menjelma benalu
Yang menumpang bahagia atas bahagiamu

(Surabaya, 5 Oktober 2020)

*Penulis adalah Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Wijaya Putra Surabaya dan Redaktur Banera.id

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button