Puisi

Sajak Akhir Tahun Antologi Puisi Afrianna

~Sajak Akhir Tahun~

365 hari yang marayu
12 bulan yang begitu pilu

Jarak yang membuat Candu
Lalu Diciptakan rindu yang berbau pilu
Kemudian dibiarkannya tercecer Tanpa tahu menahu
Tak dibiarkannya menjadi satu

Aku terpaku dalam alunan musik klasik yang sendu
Kuseruputi kopi sendiri
Lalu dibiarkannya aku menunggu

Dibiarkannya aku berteduh
saat rinai hujan berhasil menembus batas waktu
Tanpa tahu malu Lalu aku,
dibiarkannya melayu dengan rindu yang tak kunjung berlabu

365 hari
Jangan biarkan Kita terjebak dalam memori luka yang usang,
Lalu menumpuk dan menjadi abu
Biarkan Kita saling mengait senyuman
Tanda bahwa Kita bahagia
Biarkan tahun mengikis waktu
Bulan mengisi tahun
Begitu pula minggu
Dan aturan menit hingga detik yang terus berjalan tanpa ragu
Tetapi untuk rindu-rindu Kita
biarkan berkembang dan tercecer
Biarkan senja Kita pergi,
Sebab Ia tahu diri Dan Ia akan kembali
Dan Suatu Ketika Biarkan Tuhan yang mengatur waktu Kita
Lalu aku menyebut namamu,
Sebelum kata amin ku berlalu dan,
Tuhan merestui itu

(Kuwu, 31 Desember 2020)

Baca juga : Kandang Natal Antologi Puisi Maxi L. Sawung

~Singkat Doa~

Tuhan
Sebelum Udara kembali menggigilkan badan
Bolehkah Corona Maherat
Dan biarkan kami kembali pulang dengan canda tawa yang paling mulia
Tanpa takut kabut yang membuat kami tersesat ?

(Kuwu, 31 Desember 2020)

Baca juga : Hidup Ini Sekeras Batu

`365 hari ~

Setahun yang begitu berharga
Terima kasih dan mohon maaf
Untuk Segala luka dan duru yang terhanyut dalam jiwa
Untuk segala tingkah yang menciptakan resah

Sayang
Doa-doa Kita masih sama
Semoga luka Kita menjadi bahagia
Dan bahagia kita tetap menjadi seperti itu
Biarkan Dami Itu tetap menetap di hati
Dan panjang sabar itu tetap menjadi pandutan paling berarti

(Kuwu, 31 Desember 2020)

Baca juga : Selamat Natal, Alam Sebelah Antologi Puisi Maxi L. Sawung

`Harapan Selepas 2020 berlalu~

Nanti Setelah ia berlalu
Kan ku hiasi bintang, menepis langit mendung
Dan untuk hatimu,
Kan kuhiasi permata yang indah
Hingga kau menjadi amnesia tentang luka-luka pada hatimu

(Kuwu,31 Desember 2020)

Afrianna, Mahasiswa Semester VII UNIKA St Paulus Ruteng Pencinta Sastra dan Penikmat rindu


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button