Puisi

Selamat Natal, Alam Sebelah Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Selamat Natal, Alam Sebelah

Dari depan teras umah, Bapak
duduk menikmati kopi di atas kursi malasnya
Mengenakan pakaian hangat musim dingin
menatap kami lewat dunia lain, kasat mata

Sambil mengangguk pelan, dia tersenyum
Sepertinya benar semua yang telah disiapkan
selalu baik adanya

Sebab benih yang jatuh di mana pun
harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Walau dalam sebuah kandang sekalipun.

Lalu pada kesempatan lain
Muncul anak-anak dari dalam tempat sampah
Dari dalam selokan dan hutan
Berlari-lari menuju Allah
Mereka tersenyum
Tanpa nama
Tanpa ibu
Tanpa ayah

Sudah tenang mereka di alam sana.
(Bajawa, 2020.)

Baca juga : Tuhan Merengek Di Lampin Antologi Puisi Rian Tap

Natal, Berjaga-Jaga

Seperti para pengantin wanita yang
Menunggu mempelai pria tiba saat malam
Dengan suka cita dan hati yang haus akan cinta

Dia tahu daging itu lemah, oleh karenanya ular
menggoda akan sesuatu yang tak fana

Pacarnya bertanya
Apa benar mencintainya
Maka bukalah
Seperti bayi
Seperti pertama tanpa busana

Begitukah?
Berjaga-jaga saja
Sebab saat mabuk
Cinta adalah racun
Yang rancu untuk dipahami

Natal, Su. Berjaga-jaga
Biar yang lahir tidak ditelantarkan
Dalam tong sampah.
(Bajawa, 2020)

Baca Juga: Tuhan, Datang-Mu Antologi Puisi Edid Theresa

Tabah Yusuf

Tiada yang lebih tabah seperti Yusuf
Setidaknya begitu kesan pertama
Saat saya mendengarnya dari kisah kitab tua.

Diterima-Nya dengan penuh percaya,
Dijaga-Nya dengan penuh rendah hati,
Dirawat-Nya seperti matanya sendiri,
Sabda yang berdiam dalam tunangannya.

Namun tetap biarkan hangat cinta
kepada tunangannya terus mengaliri tubuh.
Yusuf begitu taat dengan titah malaikat.
Walau harus berlawanan dengan adat.
Tidak banyak bicara. Sebab ia pekerja
yang bertanggung jawab. Mungkin karena itu
Allah menjadikannya penjaga.

Begitulah Yusuf. Terakhir dari keturunannya
yang bekerja sama dengan Allah.
Sayangnya. Bahkan saya, tidak ada yang
Menggunakan nama paling tabah itu.
Sehingga kami menjadi laki-laki yang sulit sekali untuk tabah. Mungkin.
(Bajawa, 2020.)

Baca juga: Kita dalam Gelap dan Terang Antologi Puisi Defri Noksi Sae

Maxi L. Sawung

Penulis, tinggal di Maumere. Suka baca buku dan Dia.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button