Puisi

SELEPAS SENJA PERGI [Puisi-puisi Filbertus Sarigosa ]

SELEPAS SENJA PERGI

Selepas senja pergi, riuh angin mengantar sinar beristirahat tenang
Malam dan gelap menguasai langit pekat
Abad berlahan habis di tatap ratap dan gerimis hebat
semesta tunduk dalam akad
Lelah memikat hasrat mengajak istirahat sejenak.

Senja pergi menutup rapat hasrat
Hikmat sejenak itu harus kalah di lipat langit yang gagap
Ajari aku kuat, merelakan temu singkat di remuk awetnya gelap yang bejat

Ahhh,….
Seperti tersesat di kenyamanan semu hampa tak teralat.
Tuan, sa’at ucap syukur ku tunduk di bawa langit karat, timang aku hari ini Beri aku seribu alasan bertahan, jangan palingkan aku dari awan

Bias cahaya yang ku simpan, setia ku nantikan di esok hari dengan lukisan
Nada penantian dan melepas pergimu sudah ku siapkan
Ku sisipkan doa dalam diam
Selepasnya beranjak, hanya penantian, tak ada kecewa ku selipkan

Cibal, Oktober 2020

Baca Juga

 

JATUH DALAM NYAMAN

Puan, atas nama rasa nyaman, ku nobatkan kau dalang
Tak lagi mampu ku kendalikan pinang
Ku selipkan harapan tanpa hadang
Ku beri semua tuan
Seluruhnya untuk kau, sepenuhnya milikmu ku pasang

Bila hati lain mendayung tenang
Jangan beri harapan tersimpan
Jangan pula biarkan ia menetap lama hingga bosan
Sebab, hati hanya untuk seorang
Tidak untuk egois yang pada akhirnya menciptakan ratapan

Tak ada tangis untuk kita tuan
Tak boleh ada air mata di sela jumpa kita ku pesan
Hanya nyaman milik kita, cinta kita utuh setara langit dan awan
Putih tanpa pekat beriringan
Kita saling menopang tampan

Cibal, Oktober 2020

Baca Juga

IJINKAN AKU MERAYUMU

Terbujur kaku, syairku tak bernapas
Puisiku tak bernas
Alas kaki nada ku lepas
Aku hanya merayumu puas
Sepertinya telah tuntas, rindu yang ku simpan membias

Aku merayumu sepintas
Tunduk dalam sajak ku libas
Habis sudah kau dalam puisi tanpa alas
Tuan, keras angan ku melintas
Cinta ku kaku di hadang egois keras

Namun tuan, setinggi niat ku kawini hasrat kita buas
Tetap saja butir-butir jiwa ku memanas
Merontah tenang namun ganas
Ku mohon terima aku dalam puisi, tiduri aku dalam kata yang kita rilis
Hingga kelak,aku bukan lagi tuan yang mengemis

Cibal, Oktober 2020.

Penulis : Filbertus Sarigosa

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button