Puisi

Serdadu di Balik Bangku

Kupersembahkan puisi ini dalam rangka Hari Pahlawan 10 November dan Hari Guru Nasional 25 November

Matahari masih terbalut selimut malam
Kala semua makhluk masih terlelap dengan dengkuran nyenyak
Engkau dengan kantuk dan mimpimu terhuyung
Beranjak dari ranjang empuk
Bersiap ke medan perang yang telah menanti

Baca Juga Puisi-Puisi Defri Noksi Sae

Engkau tak lagi memegang bedil, senapan atau bambu runcing
Lawanmu tak terlihat musuhmu tak tersentuh
Kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan
Bukan hanya tiga setengah abad
Bukan juga tiga setengah tahun
Tapi sepanjang peradaban manusia

Di medan tempur engkau mencambuk
Peluru sinis menembus kulitmu
Engkau bertahan walau sakit dan perih
Lebih pedih ketika pengabdianmu tak dianggap
Hujatan, makian dan hotel prodeo menanti
Kala cubitan manis mendarat di kulit mulus

Baca Juga Puisi-Puisi Sari Yovita

Engkau pahlawan bangsa
menghalau kabut dan tabir kegelapan
Tanda penghargaan layak engkau terima
Serdadu berhati emas
Pengorbananmu tak sebatas rupiah
Tak melulu pada isi periuk dan tampilan perlente
Masa depan penerus bangsa
Dipertaruhkan di genggaman tanganmu

Baca Juga Menyoal Nasib Guru Kontrak di TTU

Bila engkau jenuh dengan keseharianmu
Telah menunggu keluargamu
Pulang dalam kehangatan cinta dan canda tawa
bertukar cerita tanpa dusta
Luka –luka terobati
Sekejap kelelahan sirna
Untuk memeluk malam menyongsong fajar

Caecilia Sutanto (Foto/Dokpri)

Penulis Staf Pengajar SMAK Regina Pacis Bajawa


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button