cerpen

Tatapan

Foto: ebay.com

Penulis : Julio Wandro Haman

Tatapku menyapu lembut wajahmu
Menabur senyum, tuai rindu
Berdua menyiang langit, tapaki cakrawala
Melawan senja, gapai asa
Gerogoti jiwa penuh aksara

Berpegang tangan memadu cinta
Kau sulam senyum penakluk prahara
Penawar racun rindu kala meraja
Berdua merangkai kasih, cinta yang esa

Kau buka tirai-tirai kisah
Menyibak gerbang asmara penuh kasih
Menggelora jiwa pudarkan rintih
Mengusir pergi segala keluh

Jejak Rindu

Seberkas ombak melumat bibir pantai
Hilangkan jejak kala rindu mengintai
sepasang hati beriringan melangkah gontai
Melenggang, tak ada air mata berderai
Sepasang tangan mencengkeram bak rantai
Tebarkan senyum, semuanya terlihat santai

Kini, hanya angan datang membayang
Kini semuanya hanya bisa dikenang
Semuanya terkikis ombak datang menyerang
Air mata tak hentinya berlinang
Hati tak tahan hendak menyerang
Jiwa rapuh tatkala rindu mengepung

Ratapan Hati

Sebilah pena bergeliat pada secarik kertas
Menoreh tinta kecut dalam ingat tak kunjung lepas
Tatkala jiwa loyo lunglai dan tergilas
Sukma terobek luka yang teramat beringas
Aksara jiwa tak lagi tertawa lepas

Langitpun melukiskan duka lara sang hamba
Hati luluh lantah berkeping-keping karena prahara cinta
Sendu dikepung duka gundah gulana
Mengoyak jiwa dalam duka nestapa
Hancurkan rasa yang lama bertakhta dalam sukma

Dalam sekejap kau pergi bersama sang bayu
Jejakkan luka pada hati yang kau buat merindu
Untuk selamanya kau buat memikul pilu
Menanggung sepi disetiap malam beku
Bahagiaku kau bunuh dalam waktu sesingkat itu

Editor : Edid Teresa

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button