cerpen

Telaga warna

Foto: Google

Roberth Setiawan

Saat itu kita hanya berdua
Menunggu senja kembali ke pembaringan
Beristirahat melepas lelah menggapai cinta dari setiap
Luapan embun pagi
Antara aku dan kau
Tak ada kata
menjadi cerita
Tak ada kalimat
Berubah menjadi cinta
Hanyalah bahasa mata
Menatap menjadi setiap bulir-bulir yang menetes
Mengalir lurus menuju telaga di depan kita
Dan ku tahu saat itu hanyalah ada hitam dan putih
Air Mata
Kau tahu
Saat ini masih musim hujan

Rindu

Di sudut telaga
Sandarkan segala mimpi yang runyam
Menggaringkan kata yang luntur
Oleh waktu
Kau tlah jauh entah kemana
Saat itu hanyalah pucuk surat
Tanda bahwa kisah kita telah tamat
Untuk waktu yang lama

Apakah ada hal lain yang lebih berat
Selain rindu?
Rindu adalah jembatan yang tak pernah tersambung
Sebab saat kau berusaha sampai
Tak jua kau tiba
Kepada dia yang kau rindu

Tak apalah
Namanya rindu
Seperti beludru yang menunggu waktu
Bertemu dunia yang luas ini.

Awan

Dua bentuk awan yang ada
Awan hitam
Awan putih
Siapa saja berada di bawah Awan putih
Menjadi teduh
Segala penat di bawah pergi
Siapa saja di bawah awan hitam
diberi harap
Membawa mimpi pada Sang khalik
Awan tak sekedar melayang
Ia tak pernah membawa duka
Tetapi tetap saja ada kelabu
Antara hitam dan putih

Waktu dan Kisah

Ada kisah baru
Episodenya pada setiap bulir-bulir
Butir Rosario
“Percayalah, kisahnya tak akan mati”
Lentik jemari mengayun lembut
Menyusun naskah baru
Diawali peristiwa sedih
Berharap berakhir dengan peristiwa gembira.

Ada(kah) Dosa

Kau adalah aku yang lain
Kita unik saling menarik untuk memikat
Satu hal yang yang ingin selalu ku cari tahu
sesuatu yang mereka bilang “itu” tabu
Tapi, bukankah itu yang membuat mereka buta?
Jika itu datang layakknya segembolan serigala kelaparan
Mereka mengendus merampas mahkota suci
Sampai kapan itu haram
Ada (kah) dosa di sana.


Roberth Setiawan adalah mahasiswa Filsafat Ledalero
bergiat di Djarum Scalabrini
FB: Roberth Setiawan

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button