Puisi

Tuhan, Datang-Mu Antologi Puisi Edid Theresa

Tuhan, Datang-Mu

Diatur jarak
Dibatasi kuota
Tuhan, datang-Mu
Bibir diajak rapat
Tangan dikatup
Namun tak enggan menawarkan senyum

Tuhan, datang-Mu
Lampu-lampu tersipu gemerlapnya
Pohon-pohon enggan menawarkan anggun
Kata-kata terbata diawasi

Tuhan, datang-Mu
Saat segala isi semesta merayakan pilunya
Disambar pandemi yang tak kunjung pulang
Padahal, ada banyak niat dan ujud semakin ingin ditumpahkan

Tuhan, Datang-Mu
Melipatgandakan seribu harapan jemaat
Lekaslah pulih
Bangkitkan kembali harapan
Aminkan segala semoga

(Pojok Rumah, 2020)

Baca juga Para Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Smpk Frateran Ndao Mengikuti Rekoleksi Persiapan Natal 25 Desember 2020 Di Kapela Frateran Bhk Ndao Ende

Rumah, Natal dan Harapan

Rumah,
Penuh dengan gemerlap lampu
Wewangian adonan semakin tercium
Nun jauh di sana seorang gadis menawarkan senyum
Tangannya ditemani sekuntum bunga
Berisi sebait doa;
Natal,
Natalku penuh haru
Hari-hari semakin berharga
Tatkala sesajian pagi 24 Desember adalah bapa dan mama tercinta

Harapanku,
Semakin tertemani nyata
Tatala semuanya baik-baik saja
Lantunan lagu pujian semakin terjanji
Tuhan, datang-Mu
Menyelamaatkan harapanku

(Pojok Rumah, 2020)

Baca juga : Kita dalam Gelap dan Terang Antologi Puisi Defri Noksi Sae

Pandemi Natal

Rumah-rumah diselimuti lampu
Berderet sebait kata: MERRY CHRISTMAS
Warna-warni kostum semakin menjadi-jadi

Natal telah tiba
Tuhan datang

Sambutlah Dia
Gegerkan setiap jemaat

Sebab datang-Mu adalah
jawaban atas janjinya

(Pojok Rumah, 2020)

Baca juga Kandang Natal Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button